Kejuaraan Wushu Citra Satria Cup Tingkat Nasional Diikuti 967 Atlet dari 9 Provinsi

27

foto: Wakil Ketua III KONI Jatim Deddy Suhayadi, Ketua Pengprov Wushu Jatim M Ali Affandi Mattalitti, Kabid Olahraga Prestasi Dispora Jatim Abdul Wahab, Ketua KONI Kota Surabaya Arderio Hukom dan jajaran panpel di Pembukaan Kejuaraan Wushu Citra Satria Cup 2026 Tingkat Nasional di Surabaya

SURABAYA – Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Jatim,  M Ali Affandi Mattalitti memberikan apresiasi kepada seluruh peserta Kejuaraan Wushu Citra Satria Cup 2026 Tingkat Nasional.

Menurutnya, Kejurnas tersebut event ini sebagai ajang talent scouting untuk mencari bibit atlet. Apalagi banyak atlet Jatim yang masih berusia muda turun di Kejurnas.

“Kami juga ingin memastikan setiap pembinaan atlet itu berjalan dengan baik. Karena bagaimanapun Jawa Timur adalah rumah bagi olahraga Wushu. Wushu juga menjadi salah satu cabor unggulan Jatim untuk emas di PON, ” katanya.

Selain memberikan apresiasi ke pihak penyelenggara, ia juga menyampaikan terimakasih atas dukungan dari Pemprov Jatim, KONI Jatim maupun semua pihak yang mendukung kegiatan ini hingga berjalan dengan baik. ‘Karena tanpa mereka juga, kita tidak mungkin bisa sampai di tahap ini,” katanya.

Kejurnas, yang bertanding diikuti 967 untuk merebutkan Piala KONI Jatim 21 – 23 Agustus di Fairway Nine Mall Surabaya.

Para atlet yang bertanding itu dari 94 klub atau sasana yang berasal dari sembilan provinsi yakni, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Jabar, Jateng, Bali, DKI Jakarta dan Banten.

Kemudian, Wakil Ketua III KONI Jatim, Deddy Suhayadi memberikan apresiasi ke pihak penyelenggara, selain diikuti ratusan atlet dari beberapa provinsi, event ini juga bisa menjadi ajang pembinaan dan pembibitan atlet wushu. “Sangat tepat jika Kejurnas ini digelar di Surabaya, sebab Jawa Timur adalah rumah bagi atlet wushu Indonesia,” katanya saat membuka Kejurnas, Jumat, di Surabaya.

Selain itu, Jatim disebut sebagai rumah bagi wushu di Indonesia, lantaran prestasi para atlet wushu Jatim seringkali berhasil meraih juara umum PON XX Papua 2021 dengan merebut 6 emas, 4 perak, dan 5 perunggu.

Kemudian kembali juara umum di PON XXI Aceh – Medan 2024 dengan 7 emas dan 9 perak. Prestasi itu berlanjut juara umum PON Beladiri Kudus 2025 dengan 13 medali emas, 7 perak, dan 4 perunggu. “Salah satu kunci keberhasilan atlet wushu Jatim meraih prestasi itu karena berlatih langsung di China,” pungkas Deddy.

Bidang Media dan Humas KONI Jatim

BAGIKAN