Kejurda Finswimming Jatim Giatkan Pembinaan Atlet

5
Mirza Muttaqien, Ketua POSSI Jatim

foto: Mirza Muttaqien, Ketua Pengprov POSSI Jatim

SURABAYA – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Finswimming Jawa Timur 2026 yang akan digelar di Kabupaten Lumajang pada 8–10 Mei mendatang bukan sekadar ajang kompetisi olahraga. Di balik perlombaan itu, ada upaya lebih besar: membangun pembinaan atlet yang lebih merata sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Selama ini, pembinaan atlet kerap terkonsentrasi di kota-kota besar. Akibatnya, potensi dari daerah belum sepenuhnya tergarap. Melalui Kejurda ini, POSSI Jawa Timur mulai mendorong perubahan arah tersebut.

Ketua Umum POSSI Jawa Timur, Mirza Muttaqien, menyebut kejuaraan ini sebagai bagian dari langkah membangun sistem pembinaan yang lebih berimbang.
“Kejurda Finswimming bukan sekadar lomba. Ini bagian dari pembinaan. Kami ingin memastikan atlet tidak hanya lahir dari pusat-pusat tertentu, tetapi juga tumbuh dari berbagai daerah di Jawa Timur,” ujarnya.
Kejurda tahun ini menjadi penanda perubahan pendekatan. Tidak lagi sekadar agenda rutin, tetapi mulai diarahkan sebagai bagian dari ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.
Berbagai nomor dipertandingkan, mulai dari surface, bifin, apnea hingga estafet, dengan kategori usia dari junior hingga senior. Atlet yang turun pun datang dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur—menunjukkan bahwa pembinaan mulai menjangkau lebih luas.
Di kolam renang, para atlet akan berlomba menggunakan monofin dan bifin, berpacu dalam kecepatan dan teknik. Bagi penonton, suasana ini menghadirkan tontonan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menarik untuk disaksikan.

Daerah Rasakan Dampaknya
Kehadiran ratusan atlet, pelatih, dan official tentu membawa dampak bagi Lumajang. Aktivitas di sektor penginapan, kuliner, hingga transportasi diperkirakan ikut bergerak selama kejuaraan berlangsung.

Tak hanya itu, Kejurda ini juga memberi warna baru sebagai hiburan sekaligus wisata olahraga bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya soal prestasi. Ada pergerakan ekonomi, ada aktivitas daerah, dan ada semangat baru dalam pembinaan,” tambah Mirza.

Bagi atlet muda, Kejurda ini bukan sekadar ajang bertanding. Ini adalah kesempatan untuk mengukur kemampuan dan membuka jalan ke jenjang yang lebih tinggi.

Banyak di antara mereka yang selama ini berlatih di daerah dengan fasilitas terbatas. Lewat kejuaraan ini, mereka mendapat ruang yang sama untuk tampil dan bersaing.

Harapan Baru dari Daerah
Pada akhirnya, Kejurda Finswimming Jatim 2026 bukan hanya soal siapa yang menang. Lebih dari itu, ini tentang membuka peluang yang lebih luas bagi daerah untuk melahirkan atlet-atlet potensial.

“Dari Lumajang, kita ingin menyiapkan juara masa depan Jawa Timur,” pungkas Mirza.

Bidang Media dan Humas KONI Jatim

BAGIKAN