PB PTMSI Bentuk Badan Kompetisi Nasional

2
ilustrasi

JAKARTA – Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI), memutuskan pembentukan Badan Kompetisi Nasional (BKN). Setidaknya, bertujuan untuk mempercepat regenerasi atlet nasional. Hal itu, disampaikan Ketua Harian, Anton Suseno, pada Rakernas di Banten, Minggu (21/5).
Menurutnya, selain membentuk Badan Kompetisi Nasional, juga dibentuk Badan Kepelatihan Nasional. “Dua hal ini nantinya akan menjadi ujung tombak pembinaan, terutama di daerah, agar bisa dilakukan berjenjang dan terarah,” kata Anton.
Pembentukan BKN, lanjut ia, tidak lepas dari upaya untuk mensukseskan beberapa kegiatan internasional. Terutama, Indonesia sebentar lagi menjadi tuan rumah Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
“Asian Games 2018, akan menjadi puncak kejuaraan penting yang akan dihadapi PTMSI. Makanya, untuk menggerakkan organisasi dan pembinaan harus dinamis.”

Pihaknya, sedang menyusun program untuk segera ditawarkan kepada pihak sponsor. Kendatipun, persiapan matang telah dilakukan, namun PB PTMSI pimpinan Lukman Edi masih terkendala pengakuan dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI). “Organisasi ini yang diakui KONI. KOI hingga saat ini masih mengakui PB PTMSI pimpinan Oegroseno,” ungkap Anton.

Sesuai dengan rencana, PB PTMSI pimpinan Lukman Edi akan membawa permasalahannya ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). Hal ini dilakukan agar mendapatkan pengakuan termasuk dari badan tenis meja dunia seperti ITTF, ATTU maupun SEATA.(ega)

BAGIKAN