Porprov Digelar Empat Tahun Sekali

1

SURABAYA – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V 2015 Banyuwangi, tampaknya akan menjadi yang terakhir digelar dua tahun sekali. Selanjutnya multieven di Jatim tersebut, akan digelar empat tahun sekali.  Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jatim, Soekarwo, yang mengintruksikan agar Porprov digelar empat tahun sekali.

“Mulai selanjutnya, Porprov akan digelar empat tahun sekali. Setahun sebelum pelaksanaan PON (Pekan Olahraga Nasional),” kata gubernur yang akrab disapa Pakde, Selasa (29/9).

Menurut Pakde, banyak faktor yang membuat perubahan regulasi tersebut. Utamanya, karena Pakde meminta agar Jatim bisa fokus terhadap cabang olahraga (cabor) tertentu. “Sudah saatnya Jatim fokus ke cabor tertentu. Tapi bisa berprestasi di Olypimpiade, dan multieven internasional,” kata Pakde.

Menurut Pakde, cabor yang dibina harus yang mampu bersaing di Olimpiade dan multieven internasional lainnya. Misalnya, seperti panahan, yang telah terbukti bisa memberikan prestasi di pentas internasional.

“Bisa dua cabor yang difokuskan. Cabor ini yang terus dibina secara serius, agar bisa meraih prestasi internasional,” kata Pakde. Wacana ini, menurut Pakde, telah ada sejak Gubernur Jatim masih era Imam Utomo. Kini rencana tersebut akan direalisasikan.

“Apabila dua tahun sekali dananya terlalu besar. Karena itu, alokasi dana tersebut, digunakan untuk fokus pada cabor andalan Jatim,” kata Pakde. Karena itu, Porprov yang rencananya akan digulirkan kembali pada 2017, di Gresik dan Lamongan, akan mundur. Untuk Porprov selanjutnya akan digelar pada 2019.

Pakde pun optimistis digelarnya Porprov empat tahun sekali, tidak menurunkan prestasi Jatim di pentas nasional.

“Saya yakin tidak turun prestasinya. Justru akan meningkat, karena kami fokus cabor-cabor andalan,” kata Pakde. (*)

BAGIKAN