Porprov VII Digelar 2022

463

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII seharusnya dilangsungkan medio tahun ini. Namun pandemi Covid-19 membuat jadwal multi-event terakbar di Jawa Timur (Jatim) itu ditunda setahun hingga 2022. Saat ini KONI Jatim tengah menunggu keputusan dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa terkait penetapan jadwal anyar ini.

Porprov merupakan agenda dua tahunan yang berlangsung sejak 2007. Sejumlah kota di Jatim pernah jadi tuan rumah. Mulai dari Surabaya, Malang Raya, Kediri Raya, dan Madiun Raya. Setelah pelaksanaan Porprov V di Kabupaten Banyuwangi pada 2015, format eventnnya berubah. Dari dua tahunan menjadi empat tahun sekali seperti laiknya Pekan Olahraga Nasional (PON).

Setelah berakhirnya Porprov VI di Tuban, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik, format ajang ini dikembalikan menjadi dua tahunan lagi. Seharusnya Porprov VII berlangsung pada 2021 di empat kota, yakni Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo. Hanya saja pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat jadwal berubah menjadi 2022.

Keputusan ini dipertegas dalam surat nomor 426/121/601.6/2021 yang ditandatangani Ketua Harian KONI Jatim M. Nabil. Dalam surat tersebut, KONI Jatim memastikan perubahan jadwal Porprov dari 2021 menjadi 2022. Mereka menjelaskan bahwa Porprov VII mustahil digelar tahun ini karena pandemi Covid-19 masih belum tuntas.

Nabil menambahkan, meski terjadi perubahan jadwal penyelenggaraan, tuan rumah Porprov VII tidak akan berubah. Rencananya, acara pembukaan akan dilakukan di Jember. Sementara penutupannya di Lumajang. Yang mungkin berubah adalah venue pertandingan. Menurut Nabil, KONI Jatim akan meninjau kesiapan masing-masing venue.

“Kami akan meninjau ulang apakah ada venue yang belum standar. Kalau ada yang belum layak, bisa kami ganti dengan opsi lain. Jadi venuenya masih bersifat tentatif. Masih memungkinkan adanya perubahan,” kata Nabil seperti yang dilansir Harian Disway.

Selain perubahan tahun penyelenggaraan, KONI Jatim juga mengganti batasan usia atlet peserta Porprov VII nanti. Semula, atlet yang akan bertanding maksimal berusia 21 tahun. Dalam keputusan barunya, KONI Jatim mengubah regulasinya menjadi 22 tahun. “Perubahan ini bukan karena aturan, tapi keadaan darurat. Ini masalah kelaziman saja,” imbuh Nabil.

Perubahan usia ini membuat mereka yang telah melakukan persiapan tetap bisa ikut bertanding pada ajang dua tahunan itu. Masing-masing daerah juga tidak perlu mempersiapkan atlet baru untuk bertanding di Porprov VII nanti. Apakah aturan 22 tahun ini akan dipatenkan untuk Porprov selanjutnya? “Itu akan kami pertimbangkan lagi,” jawab Nabil. (tim)

BAGIKAN