Poprov VI 2019 Digelar di 4 Daerah

Surabaya – Gubernur Jatim dan KONI Jatim sepakat untuk menggelar Porprov Jatim VI pada Juli 2019.

Empat daerah dipercaya menjadi tuan rumah, yakni Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban.

Kepastian gelaran Porprov VI 2019, setelah dilakukan pertemuan Gubernur Jatim Soekarwo dengan Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung bersama pengurus harian di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (16/10/2018).

“Ya betul, kita bertemu dengan pengurus KONI untuk membahas Porprov,” ucap Soekarwo usai pertemuan.

Kali terakhir Porprov V tahun 2015 diselenggarakan di Kabupaten Banyuwangi.

Saat itu, Kota Surabaya tampil sebagai juara umum dengan menyabet 118 emas, 98 perak, dan 77 perunggu. Disusul Kota Malang di urutan kedua mendapat 42 medali emas, 32 perak dan 50 perunggu.

Peringkat ketiga ditempati Kota Kediri dengan torehan 32 emas, 37 perak dan 45 perunggu. Sementara itu, tuan rumah Banyuwangi berada di peringkat ketujuh dengan 12 medali emas, 25 medali perak dan 34 medali perunggu.

Meski Porprov VI digelar Juli 2019, namun Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Soekarwo, belum bisa memastikan tanggal pelaksanaannya.

Pakde Karwo menyerahkan sepenuhnya kepada KONI Jatim untuk menjadualkan.

“Yang sudah pasti tempat penyelenggaraan di Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban,” tandasnya.

Selain tempat penyelenggaraan, menurutnya, juga membahas jumlah cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di Poprov 2019.

Rencananya, sebanyak 40 cabor yang dipertandingkan. Jumlah tersebut, meningkat dibanding jumlah 35 cabor yang dilagakan di Porprov V 2015, Banyuwangi. “Kita siapkan 40 cabor, tapi belum tentu semuanya, jadi belum diputus,” sergahnya.

Bertambahnya jumlah cabor yang dipertandingkan, lanjut Pakde Karwo, bukan mengacu pada jumlah cabor yang dilagakan di PON XX 2020 di Papua.

Namun, usulan dari KONI dan pengprov cabor. Sebab, sampai sekarang belum diputuskan jumlah cabor di PON Papua.

“Kalau misalnya diputus 20 cabor, kan repot kita. Lagi pula Porprov ini digelar untuk pencarian bakat dan prestasi. Kalau PON sasarannya prestasi,” jelasnya.

Meski demikian, Pakde Karwo menginginkan tambahan cabor itu diambilkan dari cabor yang terukur, misalnya bulutangkis. Atlet-atlet Jatim tidak bertanding di kandang sendiri, namun bertanding di Papua.

Sehingga, konfilknya nanti dengan peserta Papua harus terukur semua. “Jadi, kita minta KONI membuat format cabor yang terukur di Porprov,” tandasnya. (*)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*