KONI Jatim Dukung Sport Intelligence, Pembinaan Atlet Kini Berbasis Data

6

foto: Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil bersama Ketua KONI Pusat Marciano Norman, Rektor Unesa Prof Nurhasan dan jajaran civitas akademik dalam acara bedah buku Sports Intelligence

SURABAYA – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyambut positif peluncuran buku Sport Intelligence yang digagas KONI Pusat.

Menurutnya, kehadiran buku tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pembinaan atlet berbasis data demi meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

Nabil menilai, sport intelligence kini menjadi kebutuhan utama dalam dunia olahraga modern. Pendekatan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan kualitas pembinaan atlet, tetapi juga menjadi dasar dalam menyusun strategi yang efektif menghadapi setiap pertandingan.

“Untuk mencapai prestasi, diperlukan desain dan perencanaan yang matang dalam mempersiapkan atlet. Sport intelligence merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan prestasi,” ujar Nabil.

Ia menjelaskan, pembinaan olahraga saat ini tidak lagi cukup mengandalkan program latihan semata.
Pelatih dan atlet membutuhkan dukungan analisis data yang komprehensif guna mengukur kemampuan sendiri sekaligus memetakan kekuatan dan kelemahan lawan.

Melalui penerapan sport intelligence, proses pengambilan keputusan dalam pembinaan dapat dilakukan secara lebih objektif dan terukur.

Dengan demikian, strategi yang diterapkan akan lebih efektif untuk mendukung pencapaian prestasi di berbagai ajang olahraga.

“Sport intelligence menjadi bagian penting dalam kerangka pembinaan, mulai dari metodologi, pengumpulan data, pengelolaan data, hingga penyusunan kebijakan. Pada akhirnya, seluruh proses tersebut harus bermuara pada pencapaian prestasi,” tegasnya.

Nabil menambahkan, penerapan sport intelligence juga selaras dengan nilai-nilai sportivitas. Prestasi yang diraih harus diperoleh melalui proses pembinaan, latihan, dan pertandingan yang berjalan sesuai aturan serta menjunjung tinggi etika olahraga.

Karena itu, ia mendorong agar konsep sport intelligence segera diterapkan oleh seluruh KONI provinsi, kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga (cabor) di Indonesia.
Menurutnya, penerapan sistem pembinaan berbasis data akan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Ini harus segera kita implementasikan agar proses pembinaan dapat dilakukan secara lebih tepat, terarah, dan menghasilkan prestasi yang membanggakan,” pungkas Nabil.

Peluncuran buku Sport Intelligence diharapkan menjadi momentum bagi dunia olahraga nasional untuk bertransformasi menuju sistem pembinaan yang lebih modern, ilmiah, dan berbasis data.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, konsep tersebut diyakini mampu meningkatkan daya saing atlet Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.

Bidang Media dan Humas KONI Jatim

BAGIKAN