15 Cabor Baru Harus Kerja Keras Menuju PON 2024

26
Dudi Harjantoro, Kabid Binpres KONI Jatim, dalam sesi wawancara usai Sarasehan Persipan 15 Cabor Baru, menuju PON 2024, digagas wartawan olahraga KONI Jatim

Digagas Wartawan Olahraga KONI Jatim

SURABAYA – Sebanyak 15 cabang olahraga (Cabor) baru di Jawa Timur (Jatim), akan dipertandingkan di PON XXI/2024, di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut), harus serius kerja keras dan mempersiapkan atletnya mulai sekarang.

Waktu 2,5 tahun menuju PON XXI/2024 di Aceh dan Sumut, harus mampu dimaksimalkan secara baik. Jika tidak, maka jangan harap bisa menuai hasil maksimal.

“Sebanyak 15 cabor baru, bisa benar-benar mempersiapkan diri secara baik. Kita terus bergandeng tangan supaya Jatim tetap berprestasi di PON 2024,” sebut Dudi Harjantoro, Kabid Binpres KONI Jatim, dalam Sarasehan Olahraga digagas wartawan olahraga KONI Jatim, di Gedung KONI Jatim, Sabtu (23/4/2022).

Dalam Sarasehan Olahraga dengan tema “Tantangan KONI Jawa Timur Menyiapkan Cabang Olahraga Baru pada PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara” dihadiri perwakilan pengurus dari 15 cabor baru memaparkan rencana, gagasan dan berdiskusi.

Sebanyak 15 cabor itu, yakni Arung Jeram, Hapkido, Kurash, Rugby, Trialthon, Woodball, Barongsai, E-sport, Jujitsu, Kabbadi, Kick Boxing, Petanque, Sambo, Soft Tenis, dan Gateball

Dudi meminta, cabor harus mengasah diri kemampuannya setiap hari dengan latihan.
“Latihan tidak boleh hanya satu minggu 2 atau 3 kali saja, tidak bisa,” ucap Dudi.

Dudi menuturkan, teknik dan fisik atlet harus dimulai dipersiapkan sejak sekarang. Cabor baru juga pasti sudah punya atlet disiapkan dan punya target jelas, kompetitor seperti apa. Itu harus diketahui dan waspda dengan provinsi lain.

“Harus dipersiapkan mulai sekarang, jangan sampai terlambat. Ini tidak boleh terjadi, supaya bisa bersaing dengan daerah lain.”

Kemudian, lanjut Dudi, 15 cabor baru ini akan masuk pembinaan khusus (Binsus) dengan sasaran di Pra PON pada 2023. Kalau tak lakukan persiapan secara baik dan hasil Pra PON jelek, mungkin di PON tidak akan diberangkatkan.

“Kami tunggu temen-temen (cabor) programnya apa dan sasarannya apa, alokasi anggaran seperti apa. Digunakan untuk alokasi prestasi, jangan digunakan yang lain. Sasaran prestasi, supaya sasaran di Pra PON baik. Fokus dulu ke Kejurnas 2022,” saran Dudi.

Ketua Pengprov Petanque Jatim, Nurhasan mengatakan, waktu menuju PON 2024 di Aceh-Sumut tinggal 2,5 tahun. Masing-masing cabor tidak boleh santai, tapi kerja keras mempersiapkan diri atlet terbaiknya.

“Persiapan atlet, pelatih harus siap, tempat latihan ada atau tidak. Jangan leha-leha (santai),” kata Nurhasan.

Pria yang juga Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini, Petanque siap bekerja keras supaya bisa bersaing dengan provinsi lain dan hasilnya maksimal.

Cabor Petanque, provinsi yang kuat ada DKI Jakarta, Aceh dan Palembang, Sumatrera Selatan.

“Alhamdulillah Jatim di Pra PON Papua dapat 3 emas dan 3 perak. Semua harus usaha dan kerja keras.

DI PON Aceh dan Sumut, lanjut Nurhasan, ada 11 nomor rencananya dipertandingkan.

“Insya Allah di PON Aceh dan Sumut kami siap. Unesa punya 36 lapangan Petanque,” terang Nurhasan.

Perwakilan cabor Gateball, H Sutrisna mengaku, Jatim merupakan terdepan dalam pembinaan Gateball. Olahraga asal Jepang ini masih dikuasai Bali, karena menjadi propinsi pertama mengenal cabor ini di Indonesia.

“Persaingan Bali dan Sulsel, Jatim masih terdepan di Pulau Jawa. Kami terus melakukan seleksi atlet di semua kabupaten dan kota di Jatim,” aku Sutrisna.

Cabor Gateball pada PON 2024 Aceh dan Sumut, rencananya akan menandingkan sebanyak 11 nomor. (tim)

BAGIKAN