KONI Minta Support Anggaran dari Gubernur

12

SURABAYA – KONI Jawa Timur (Jatim) mengharapkan dukungan dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa tentang persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua. Dukungan itu untuk mewujudkan target Jatim menjadi juara umum di Papua.

Apalagi, persiapan yang dilakukan sudah berjalan dengan maksimal dan memakan anggaran sekitar Rp600 miliar selama tiga tahun terakhir. “Kalau kita lihat atlet latihan, rasanya terenyuh. Mereka membela Jatim. Makanya kalau tidak didukung penuh ini, yang latihan sudah jalan tiga tahun tidak bisa dihentikan karena sudah diprogram untuk menuju PON,” kata Erlangga Satriagung, Ketua Umum KONI Jatim.

Erlangga mengatakan, dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim akan sangat bermanfaat untuk atlet. Mengingat saat ini sudah masuk dalam tahap finalisasi. Para atlet harus fokus dan menjalani setiap program menuju PON Papua.

Menurutnya, saat ini tim pelatih sudah disusahkan dengan membuat program ulang akibat jadwal PON yang diundur, sementara penyusunan program ini dihitung betul dengan setiap konsekuensi yang itu harus dipenuhi dengan anggaran yang tidak sedikit.

Erlangga kemudian mengibaratkan padi apabila ingin dapat menghasilkan beras yang baik harus mendapat pupuk yang baik pula. “Tinggal kita ingin mencapai puncak atau tidak karena kalau ingin mencapai puncak, gak bisa ditawar,” ujarnya.

Mantan Ketua Kadin Jatim itu berharap, dalam tahap finalisasi ini APBD murni untuk KONI Jatim mencapai Rp300 miliar tidak seperti rencana yang terdengar pemberian APBD murni sebesar Rp200 miliar.

Sedangkan sisanya Rp215 miliar masuk dalam APBD dipercepat pada Juli atau Agustus 2021 mendatang sebagai anggaran kebutuhan di Papua. “Karena kalau APBD murni Rp200 miliar sulit karena Januari-Agustus ini masuk masa finalisasi latihan,” katanya.

Selain itu, ada pula kebutuhan dana untuk persiapan atlet selama satu bulan masa adaptasi di Papua” Kami berharap bisa Rp300 miliar karena kami hitung kebutuhan di Papua hanya Rp115 miliar,” jelasnya.

Di sisi lain, kalau tidak digenjot dengan anggaran yang besar di awal, akan kalah langkah dengan kompetitor utama DKI Jakarta yang mendapatkan anggaran Rp300 miliar. Dengan dana besar itu DKI Jakarta dapat memaksimalkan program persiapannya. (tim)

BAGIKAN