Jelang PON, Kurangi Agenda Kegiatan

1

SURABAYA – Pasca Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) pusat mengadakan rapat kerja (raker) pada Februari silam. Kemarin (19/3) giliran pengprov FPTI Jatim yang mengumpulkan seluruh pengurus kota dan kabupaten guna membahas program kerja tahun 2016. Hasilnya, beberapa kompetisi akan dikurangi, seperti sirkuit yang hanya satu kali, serta kursus juri tidak digelar.
Rapat kerja di tahun 2016 ini, merupakan agenda rutin setiap tahunnya. Seluruh pengurus kabupaten dan kota di Jatim dikumpulkan guna menetapkan secara bersama-sama kegiatan yang akan diagendakan. “Raker ini merupakan kegiatan rutin yang didiskusikan bersama. Karena apa yang dilakukan pengurus provinsi ini, semuanya juga terkait dengan pengurus kota/kabupaten,” ujar ketua umum pengprov FPTI Jatim Kuswanto, kemarin (19/3).
Dalam rapat tersebut, agenda yang dibahas merupakan program kerja seperti lomba dan pelatihan di tahun 2016. Kuswanto melanjutkan, bahwa seluruh rangkaian agenda telah ditetapkan. Dan seluruh pengurus kota serta kabupaten haruslah bersama-sama mendukung acara yang telah disusun. “Kalau sudah ditentukan, otomatis seluruhnya terikat komitmen dan konsekuensi,” tambahnya.
Sementara itu, ketua harian FPTI Jatim Dhanu Iswara saat ditanya hasil raker, mengatakan, ada beberapa program yang dihilangkan. Hal itu dilakukan supaya tidak mengurangi fokus dan kosentrasi induk organisasi panjat tebing Jatim di PON XIX/2016 Jabar. “Demi fokus memenangkan PON Jabar, kita memang mengurangi beberapa agenda,” kata pria yang akrab disapa Dhanu ini.
Dirinya mencotohkan, beberapa agenda yang dikurangi dan dihilangkan, yaitu, gelaran kejuaraan sirkuit panjat tebing provinsi yang sejatinya diselenggarakan dua kali satu tahun. Kali ini hanya ada sekali di November. Rencananya Batu akan menjadi tuan rumah pada ajang itu. Kemudian kegiatan kepelatihan juga ikut dikurangi sama seperti sirkuit, satu kali. Yang ditiadakan adalah kursus juri, tidak akan diselenggarakan tahun ini.
Namun beberapa kejuaraan tidak ada perubahan, tetap akan diselenggarakan. Salah satunya kejuaraan provinsi (kejurprov), 2-5 Juni di lapangan KONI Jatim. Yang membedakan, hanya kejurprov tahun ini diselenggarakan di Surabaya. Hal tersebut dilakukan supaya seluruh atlet Puslatda tetap bisa kosentrasi terpusat di kota pahlawan. Serta tak akan mengganggu persiapan PON XIX/Jabar.
“Kejurprov ini merupakan ajang seleksi untuk memilih atlet Jatim. Mereka nantinya akan dipersiapkan untuk berlaga di kejurnas Bangka Belitung pada 25-30 Juli 2016” imbuh Dhanu di gedung pramuka Kertajaya, Surabaya, kemarin.
Selain itu, agenda yang juga tetap akan diselenggarakan, yakni, kejuaraan kelompok umur. Ada enam kategori yang akan dilombakan nantinya. Di antaranya, kelas Spider Kids C untuk kelompok umur 7-9 tahun, Spider Kids B di usia 10-11 tahun, Spider Kids A untuk usia 12-13 tahun. Kemudian untuk kategori Youth B, akan melombakan kelompok umur 13-14 tahun. Dan dikategori Youth A usia 15-16 tahun. Serta dikategori Junior, bagi anak usia 16-17 tahun.(*)

BAGIKAN