UNESA Perkuat Pengembangan Talenta Olahraga Berbasis Sport Science

42
Tatang Muttaqin staf ahli Manajemen Talenta Nasional Kemendikbudristek (kanan-batik) bersama Dekan FIKK UNESA, Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes dalam Seminar Publik

SURABAYA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), bersama Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memperkuat sport science untuk mendorong perkembangan bakat dan talenta olahraga di Indonesia. 

Atas dasar itulah, Kementerian PPN atau Bappenas dan UNESA menyelenggarakan “Seminar Publik Desain Besar Manajemen Talenta Nasional Bidang Olahraga” di Surabaya pada Selasa, 21 Mei 2024. 

Dalam kesempatan ini, Dr. M. Aziz Ariyanto, M.Pd., dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menyoroti peran penting pemerintah pusat dalam pengembangan talenta di bidang olahraga. 

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi dan mempromosikan pengembangan talenta agar Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.

Aziz menjelaskan ruang lingkup “grand design” Manajemen Talenta Nasional (MTN), yang bertujuan untuk mengembangkan individu dengan kemampuan terbaik di tingkat nasional agar dapat berprestasi di tingkat internasional, termasuk olimpiade dan paralimpiade. 

Target Peringkat 5 Olimpiade

“Sasaran dari MTN kali ini adalah Indonesia mampu meraih peringkat 5 pada Olimpiade dan Paralimpiade tahun 2044,” ungkapnya.

Aziz juga menyoroti beberapa permasalahan yang dihadapi dalam dunia olahraga, seperti rendahnya partisipasi dan kebugaran jasmani masyarakat, keterbatasan prasarana dan sarana olahraga yang memenuhi standar, serta keterbatasan anggaran untuk bidang olahraga. 

Salah satu strategi pemerintah dalam mengatasi yaitu telah membangun fasilitas olahraga dan ilmu olahraga (sport science) bekerjasama dengan Kementerian PUPR, seperti yang terletak di Cibubur dan Karanganyar.

Dr. Donny Ardy Kusuma, S.Pd., M.Kes., dari UNESA, memberikan sorotan terhadap peran penting sport science dan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan talenta di bidang olahraga. 

Menurutnya, untuk memajukan olahraga di Indonesia, tidak cukup hanya dengan meningkatkan fasilitas sport science, tetapi juga perlu kerja sama yang kuat dan sinergisitas antara berbagai pihak agar Indonesia bisa meraih prestasi di kompetisi internasional seperti Olimpiade.

Pentingnya konsep teoritis manajerial, terutama dalam pembentukan piramida olahraga yang merupakan rujukan penting dalam memahami perluasan dan pengembangan olahraga secara berjenjang. 

“Salah satu kesulitan mendasar yang dihadapi adalah manajemen yang baik diperlukan agar talenta terbaik dapat mencapai puncak prestasi,” terangnya.

UNESA telah aktif melakukan riset yang aktual dan faktual, yang sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga penggunaan sport science dapat dilakukan dengan efisien. 

Salah satu contoh kerja sama UNESA dalam pengembangan talenta olahraga, yakni melalui monitoring terhadap proses perkembangan talenta di Sentra Latihan Olahraga Muda Potensial Nasional (SLOMPN) di Surabaya. 

Untuk mencapai tujuan tersebut, Jawa Timur telah merancang beberapa program bidang olahraga prestasi tahun 2024, seperti sentra pemilihan olahraga pelajar, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), dan berbagai kegiatan lainnya.

“Pemprov Jawa Timur juga telah mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk pembangunan olahraga seperti hibah KONI 2024 sebesar 250 miliar, dan beberapa anggaran lain untuk sarana dan prasarana olahraga bagi perkumpulan olahraga di seluruh Jawa Timur,” pungkasnya. 

Tidak hanya itu, program sinergitas pemberdayaan dan pembudayaan olahraga juga menjadi fokus, dengan memberikan alat olahraga kepada perkumpulan olahraga di Jawa Timur. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2022, dan terjadi peningkatan anggaran dari 4 miliar pada tahun sebelumnya menjadi 27 miliar pada tahun 2023.

Tatang Muttaqin, Ph.D., staf ahli bidang manajemen talenta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), menjelaskan tentang sistem informasi manajemen talenta yang dikembangkan oleh Kemendikbud Ristek. 

Sistem ini mencakup beberapa peserta didik berprestasi dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi, dan telah terintegrasi ke beberapa sistem informasi, termasuk Dapodik.

Pemanfaatan sistem informasi talenta ini sangat luas, salah satunya adalah untuk Penelusuran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi di sekolah, serta seleksi penerimaan mahasiswa baru diploma dan sarjana pada tingkat nasional berdasarkan prestasi. 

Selain itu, sistem ini juga digunakan untuk memberikan bantuan operasional sekolah atau Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kinerja, serta untuk pemberian beasiswa “Indonesia Maju”.

Kegiatan yang dimoderatori Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNESA ini turut dihadiri Amich Alhumami, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, dan Raden Rara Rita Erawati, S.H., Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga (KPAPO) Kementerian PPN/Bappenas, serta jajaran stakeholder lainnya.

“Kami mmengimplementasikan sistem yang memantau kondisi performa atlet secara harian, dengan pemahaman bahwa proses pembinaan atlet menuju prestasi tidak selalu sejalan dengan pencapaian juara saat ini, tetapi merupakan bagian dari proses menuju kesempurnaan,” bebernya.

Dalam kesempatan itu juga hadir Dr. Randa Fitri Rahmawati, M.Si., sebagai Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur. Dia menyoroti prestasi olahraga Jawa Timur yang masih belum menjadi juara umum di beberapa pekan olahraga nasional, sehingga menjadi tantangan untuk lebih meningkatkan prestasi mendatang. (ega)

BAGIKAN