KONI Surabaya Target 200 Medali Emas di Porprov 2025

94
Ketua KONI Jatim, M.Nabil hadir pembukaan Raker KONI Surabaya, di Gedung Sawunggaling, Pemkot Surabaya, Rabu (6/12/2023).

Hasil Raker KONI Surabaya

SURABAYA – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2023, baru selesai Oktober silam. Saat ini, KONI Surabaya sudah mulai menatap Poprov Jatim 2025. Mereka menyatakan, kebulatan tekad meraih 200 medali emas di ajang olahraga tertinggi di Jatim itu.

Kesepakatan tekad meraih 200 medali emas, di Porprov Jatim 2025 itu diungkap saat Rapat Kerja (Raker) KONI Surabaya di Gedung Sawunggaling Pemkot Surabaya, Rabu (6/12/2023).

Raker KONI Surabaya, dihadiri perwakilan seluruh cabang olahraga (Cabor) anggotanya, termasuk perguruan tinggi di Surabaya.

“Raker ini membahas evaluasi kinerja selama 2023 dan membahas program kerja untuk 2024. Kita harus sudah mulai mempersiapkan Poprov 2025 pada tahun depan (2024),” sebut Hoslih Abdullah, Ketua KONI Surabaya, Rabu (6/12/2023).

Hoslih Abdullah mengaku, berterima kasih atas dukungan yang diberikan Pemkot Surabaya kepada Cabor yang melakukan pembinaan dan menyiapkan atlet-atletnya. Kemudian atlet berprestasi mendapatkan apresiasi dengan pemberian bonus.

“Saat pemberian bonus ke atlet dan pelatih, saya dapat tugas dan amanah dari pak Wali (Eri Cahyadi) untuk Porprov 2023 diterget 200 medali emas. Saya rasa target itu tidak sulit, karena peraih medali perak di Poprov 2023 itu masih bisa dimaksimalkan untuk meraih emas di Poprov 2025,” terang Hoslih.

Tidak hanya itu, atlet yang berprestasi itu juga menjadi aset berharga bagi Surabaya. Mereka merupakan pemuda bermental juara yang kedepan akan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan Surabaya.

“Kami tidak hanya membetuk atlet berprestasi, tapi ikut menyiapkan generasi muda calon pemimpin masa depan Surabaya dengan mental juara. Juga ikut andil meminimalisir pemuda ke tindakan kejahatan atau berbuat kriminal,” terang Hosleh.

Hosleh berharap, KONI Surabaya sudah bisa memulai pemusatan latihan cabang (Puslatcab) pada 2024, tinggal waktunya kapan, nanti ditentukan dan direkomendasikan di rapat ini ke Disbudporpar (Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata),” ucap Hosleh.

Kapala Dinas Kebududayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Pemkot Surabaya, Wiwiek Widayati mengatakan, kiprah dan prestasi atlet Surabaya harus terus dilakukan. Ini bagian dari pembangunan karakter anak Surabaya dan bonusnya prestasi olahraga.

“Sejatinya ini sedang digodok dikuatkan karakter anak-anak Surabaya. Saya terima kasih kepada Cabor dan KONI Surabaya,” tutur Wiwiek.

Wiwiek mengaku, tantangan kedepan atlet Surabaya semakin besar karena kekuatan olahraga Kota Malang, Sidoarjo dan lainnya terus meningkat.

“Tetangga-tetangga kita, Kota Malang, Sidoarjo sedang siuman. Mereka luar biasa kemampuannya. Raker ini mari sepakati tekad jadi yang terbaik di Jatim. Kami punya tantangan, yakni menyiapkan tempat latihan. Raker ini silakan disepakati cabor-cabor apa yang jadi prioritas untuk pembinaan dan tempat latihannya di mana,” cetus Wiwiek.

Ketua KONI Jatim, M Nabil yang hadir dalam Raker KONI Surabaya memberi apresiasi dan terima kasih ke atlet-atlet Surabaya yang memberi kontribusi besar atas prestasi olahraga Jatim. Dukungan Pemkot Surabaya juga dinilai luar biasa.

“Kalau cuma juara Porprov, Surabaya sudah tidak tergoyahkan. Sudah saatnya KONI Surabaya sering membuka ruang ke KONI kota dan kabupaten lain untuk belajar (ke Surabaya) untuk peningkatan prestasi,” tutur Nabil.

Langkah tersebut, kata Nabil, supaya tidak terjadi disparitas prestasi atlet Surabaya dengan kota atau kabupaten lain di Jatim. Pengembangan dan pembinaan atlet Surabaya yang sudah bagus ini harus ditularkan

“Target Surabaya juara Porprov sudah selesai, kini tinggal berapa atlet Surabaya kontribusi untuk nasional dan international. Harus selalu diupdate terus supaya kelihatan prestasi atlet Surabaya,” pungkas Nabil. 

Bidang Media dan Humas KONI Jatim

BAGIKAN