Kadispora Jatim Ingin Bangun Sport Center

31
Kadispora Jatim, M. Ali Kuncoro

SURABAYA  – Provinsi Jawa Timur, terus melakukan upaya untuk mengembangkan pembinaan atlet. Salah satu rencanaya adalah membangun pusat olahraga atau sport center yang bisa jadi wadah atlet muda.

Kadispora Jawa Timur, Moh. Ali Kuncoro, menuturkan bahwa pihaknya sudah sempat terpikir untuk membangun sport center itu. Hanya saja, sampai saat ini ada tindakan konkret untuk memulai rencana itu.

“Saya sudah pernah sampaikan bahwa harus mulai dipikirkan kita punya sport center yang satu titik, jadi semua ada di situ. Pada saat itu, saya ditanya lokasi di mana, di daerah Malang Raya saya pikir paling representatif,” ucap Ali di Surabaya, Selasa (28/11/2023).

“Ini politik anggaran, skala prioritas itu sudah ada ketentuan yang harus diambil. Saya berdoa dan mohon doa restunya, semoga nanti ibunda kita tercinta (Gubernur Jawa Timur) bukan titik, tapi koma,” imbuhnya.

Keinginan ini, tidak lepas dari penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023 yang juga dilaksanakan di Surabaya. Ajang itu, membuat nama Indonesia menjadi sorotan dunia karena mampu menjadi tuan rumah dengan baik.

Selama di Surabaya, tepatnya Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), pertandingan berjalan lancar tanpa kendala. Penonton juga bisa tertib saat menuju maupun meninggalkan stadion kawasan Surabaya Barat itu.

Hal inilah yang menginspirasi Ali, untuk memungkinkan memperhatikan cabor lain. Sport center akan membantu para atlet muda mendapat tempat pembinaan yang lebih optimal.

“Sehingga 2025 ini bisa kita wujudkan bersama. Sekali lagi, ini tidak bisa hanya seorang kadispora. Ketika bicara politik anggaran, tolong juga mendukung bahwa betapa strategisnya ketika Jawa Timur punya itu,” ujar Ali.

Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa titik sport center yang terletak di beberapa provinsi. Di antaranya adalah kompleks Gelora Bung Karno dan Jakabaring.

“Kita ini (Jawa Timur) gudangnya atlet. Kalau tidak, nanti pada hijrah ke mana-mana. Kenapa? Karena mereka merasa tidak bisa dikembangkan potensinya karena sarana yang tidak mendukung. Ini PR panjang, tapi harus melakukan sama-sama,” ungkap Ali.

“Piala Dunia U-17 di Jawa Timur ini, khususnya Surabaya, merupakan langkah awal dalam membawa spirit untuk generasi kita. Semangat luar biasa ini harus menggema untuk atlet masa depan,” tuturnya.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Jawa Timur merupakan kiblat sepak bola nasional. Sudah banyak pesepak bola nasional yang lahir dari SSB maupun klub yang membina para pemain itu.

Namun, tak hanya itu. Pembinaan atlet di Jawa Timur juga cukup masif di cabor lain macam basket, bola voli, bulutangkis, dll. Keberadaan sport center diharapkan bisa semakin memperkuat tradisi pembinaan atlet. 

Bidang Media dan Humas KONI Jatim

BAGIKAN