Gerak Jalan MojoSuro Peringati Hari Jadi Prov. Jatim

124
Kadispora Jatim, M Ali Kuncoro didampingi Kabid Keolahragaan, Abdul Wahab dalam jumpa pers persiapan acara Gerak Jalan Mojokerto Suroboyo, di Kantor Dispora Jatim, Jl. Kayun, Surabaya, Rabu (11/10/2023) sore.

Dilepas Gubernur Khofifah Indar Parawansa, 4 November

SURABAYA – Setelah vakum 3 tahun akibat pandemi Covid-19, gerak jalan Mojokerto Suroboyo (MojoSuro) segera digeber kembali. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim, sebagai penyelenggara akan menghelat gerak jalan tradisional yang menjadi ‘Icon’ Jawa Timur (Jatim), pada 4 November 2023, mendatang.

Kepala Dispora Jatim, M. Ali Kuncoro kepada awak media mengatakan, Gerak Jalan Perjuangan (GJP) MojoSuro terakhir digelar pada tahun 2019, diikuti sebanyak 8 ribu peserta. Pada tahun 2023 ini, yang mendaftar sudah mencapai 10 ribu peserta. 

“Tahun ini, kita harapkan animo masyarakat tinggi untuk mengikuti MojoSuro. Target kami diikuti 10 ribu peserta,” ucap Kepala Dispora Jatim, M. Ali Kuncoro, di Kantor Dispora Jatim, Rabu (11/10/2023) sore.

Menurutnya, GJP MojoSuro 2023 mengambil start Lapangan Surodinawan Kota Mojokerto dan finish di Monumen Tugu Pahlawan, Surabaya.

Selain itu, lanjut M. Ali Kuncoro, masyarakat sudah bisa mendaftar sebagai peserta mulai hari ini, Rabu 11 Oktober hingga 3 Nopember, dengan pendaftaran melalui online : gjppemprovjatim.com. Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran. Namun, pihak panitia belum menentukan biaya pendaftaran karena menyangkut asuransi.

“Biaya pendaftaran masih dikaji ulang karena ini terkait dengan asuransi. Harus tetap ada antisipasi. Seperti, musibah atlet tinju Bondowoso meninggal saat berlaga di Porprov Jatim 2023 kemarin. Semoga musibah itu tidak terjadi di MojoSuro,” tegas M. Ali Kuncoro.

Katagori lomba, masih mengacu pada pelaksanaan MojoSuro 2023 sebelumnya. Yakni, katagori perorangan putra dan putri, kelompok pelajar/umum dan TNI/Polri. Selain itu, ada katagori pakaian perjuangan putra/putri dan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti).

Bahkan, untuk kostum atau seragam bebas tidak ada larangan, namun dilarang memakai atribut partai politik.

“Silahkan pakai baju pocong, tengkorak dan baju apa saja. Asalkan tidak memakai atribut partai politik. Kegiatan ini murni olahraga dan tidak ada kaitannya dengan politik. Juga tidak boleh pakai baju perguruan pencak silat,” ujarnya.

Pihak Dispora Jatim, juga sudah mengirim surat ke Bawaslu bahwa gerak jalan perjuangan ini murni olahraga masyarakat yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Jatim ke 78 dan Hari Pahlawan.

Mengenai hadiah GJP MojoSuro 2023, pihak panitia penyeleggara menyiapkan hadiah pemenang berupa uang. Hanya saja, tidak disebutkan jumlah hadiah pemenang di masing-masing katagori. 

M. Ali Kuncoro menambahkan, sesuai rencana Gubernur Khofifah Indar Parawansa akan melepas keberangkatan peserta GJP MojoSuro 2023 di Surodinawan Kota Mojokerto, pada 4 November, mendatang. Dan akan dihadiri Ketua KONI Pusat, Letjen TNI (Purn), Marciano Norman

Bidang Media dan Humas KONI Jatim

BAGIKAN