Porprov VIII 2023 Tuntas, Sampai Jumpa di Porprov IX 2025 Malang Raya

157

MOJOKERTO – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur yang berlangsung sejak 9 September hingga 16 September berakhir. Penutupan dilakukan oleh Sekdaprov Adhy Karyono, di Stadion Gajah Mada, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (16/9/2023) malam.


Pada Porprov VIII/2023, Kota Surabaya kembali menempati puncak klasemen perolehan medali dengan total point 1.012, yang terdiri dari 163 medali emas, 125 medali perak, dan 110 medali perunggu.

Di posisi kedua, ada Kabupaten Sidoarjo dengan total perolehan 680 point, terdiri dari 97 medali emas, 90 medali perak, dan 112 medali perunggu. Sementara posisi ketiga ditempati Kota Malang yang memperoleh 480 point, dengan membawa 74 medali emas, 52 medali perak, dan 80 medali perunggu.

Penutupan kembali digelar dengan sangat meriah, penampilan tarian kolosal yang mengangkat sejarah kejayaan Majapahit, penampilan artis ibu kota Dudy Oris ex vokalis Yovie n Nuno dan Kangen Band, serta pesta kembang api.

Sekdaprov Adhy Karyono dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi tuan rumah Porprov VIII. Ia berharap event tersebut bisa menumbuhkan atlet-atlet potensial.

Adhy Karyono mengungkapkan, rasa bangganya atas kesuksesan penyelenggaraan Porprov VIII 2023. Tak hanya sukses penyelenggaraan tetapi juga sukses prestasi yang dibuktikan dengan 85 pemecahan rekor.

“Acara ini sangat sukses, ditandai dengan prestasi yang semakin tinggi karena terdapat 85 pecah rekor. Ini pertanda bahwa kita ada peningkatan,” ungkap Adhy.


Tak hanya itu, mantan Pejabat Kemensos RI itu mengatakan, Porprov sukses memberikan berkah terhadap masyarakat sekitar yang memberikan dampak peningkatan ekonomi. Seperti contoh di Kabupaten Mojokerto yang sementara tercatat terjadi perputaran ekonomi sebesar Rp14 miliar selama berlangsungnya Porprov VIII.

“Dampak penyelenggaraan Porprov tidak hanya diukur prestasi tapi juga dampak ekonominya. Tadi ada Rp14 miliar, ini sesuai kebijakan kami, gimana sport industri, sport tourism yang memberikan dampak dari event olahraga,” katanya.

Pada kesempatan itu, Adhy juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemerintah kota/kabupaten peserta Porprov VIII terutama Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang dan Sidoarjo yang sudah all out menyiapkan diri menjadi tuan rumah.

“Saya juga berterima kasih kepada semua atlet, ofisial, KONI Kota/Kabupaten dan terutama KONI Jatim yang juga all out berpartisipasi, menyiapkan, dan menggelar Porprov VIII ini. Ini bukanlah akhir, tapi kita harus kembali bersiap diri karena ke depan kita masih ada PON Aceh-Sumut 2024 dan tentu Porprov IX 2025 nanti,” tegas Adhy.

Sementara itu, Ketua KONI Jatim M Nabil menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Jatim dan semua pihak terlibat, khususnya tuan rumah yang menyukseskan multievent dua tahunan ini.
Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada seluruh kabupaten kota yang melakukan pembinaan.

Ia mengaku, sangat bangga karena pada Porprov kali ini karena terjadi peningkatan prestasi yang luar biasa.

“Ada sejarah baru dalam Porprov yang membanggakan bagi Jatim, tidak tanggung tanggung ada 85 pecah rekor yang dilakukan Atlet Jatim. Ini modal bagi kami untuk pembinaan di PON berikutnya sudah ada atlet prestasi luar biasa,” ujar Nabil.

Selain itu, dari sebaran medali meski masih dipegang Kota Surabaya sebagai juara umum, namun sudah memperlihatkan adanya penyebaran medali yang tidak didominasi satu daerah saja.

Porprov Jatim merupakan acara yang diselenggarakan oleh KONI Jatim. Acara ini rutin diselenggarakan dua tahun sekali dan tempat pelaksanaannya di kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Timur secara bergiliran.

Pada tahun 2023 ini, ada empat daerah yang menjadi tuan rumah Porprov, yakni Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Jombang, dan Sidoarjo.

Selanjutnya, sesuai keputusan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah ditetapkan gelaran Porprov Jatim IX yang akan digelar 2025 akan diselenggarakan di Malang Raya meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

BAGIKAN