Kabupaten Malang Juara Umum Binaraga Fitness

68

SIDOARJO – Perolehan medali cabang olahraga Binaraga Fitness pada Pekan Olahraga Provinsi VIII Jawa Timur 2023 kembali didominasi oleh Kabupaten Malang. Bahkan perolehan medalinya meningkat drastis dibanding tahun lalu. Dengan demikian Kabupaten Malang menjadi juara umum.
Pada lomba Cabor Binaraga Fitness yang digelar di Gedung Serbaguna UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Jumat (15/9/2023) ini, Kabupaten Malang meraih 3 medali emas dan 2 medali perak. Lebih banyak dari capaian tahun lalu yang hanya 1 emas dan 2 ua perak namun tetap dengan predikat juara umum.

Kali ini medali emas disumbang oleh Rendy Adrian Nansi, Salsa Hafidz Firmansyah, dan Sheva Habib Fernanda, masing-masing di nomor binaraga Kelas 75 kg dan 75+, serta nomor Fitners di kelas Men’s Sport Physique up to 170.
Sedangkan kontribusi medali perak datang dari Erik Budianto dan Faaza Febriyan Addifqi yang bertanding di nomor binaraga kelas 70 kg nomor fitness pada kelas Men’s Sport Physique over 170.

Daerah terbanyak kedua dalam Raihan medali adalah tuan rumah, Kabupaten Sidoarjo dengan 2 emas dan 1 perak. Dan di urutan ketiga adalah Kota Malang dengan 1 emas dan 2 perak.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Jawa Timur Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Raja Siahaan menyatakan, animo atlet di Jawa Timur tampak meningkat pada cabor ini. Pesertanya sudah bertambah meski menurutnya belum bisa dikatakan cukup banyak.

“Kali ini diikuti 44 atlet di delapan dua nomor yang terbagi menjadi delapan kelas pertandingan. Masih minim juga,” ungkap Raja di sela pertandingan.

Penyebabnya adalah batasan usia yang diterapkan Panitia Porprov Jatim yang berada di angka 23 tahun. Padahal, bagi atlet binaraga dan fitness, pembentukan otot ini baru matang setelah berlatih sekitar lima tahun. Maka bila kemudian mereka dibatasi di usia 23 maka tentu belum bagus ‘pahatan’ tubuhnya.
Sebab di usia tersebut, seorang binaraga putra masih di fase remaja dengan hormone yang naik turun alias belum stabil. Masih sulit membentuk otot dengan baik.

“Akibatnya, juara-juara Porprov kita ini sulit untuk bersaing di PON atau kejuaraan di tingkat nasional. Sebab rata-rata usia mereka sudah berada di 30 sampai 35 tahun dengan latihan yang sudah cukup lama,” terangnya.

Ni Putu Dimaryanti, salah satu juri menyatakan, pertandingan kali ini cukup ketat. Terutama di kelas Men’s Sport. Rata-rata sudah memiliki otot yang simetris dan kering atau basahnya otot sudah cukup bagus.

“Kami harus sangat berhati-hati memberikan nilai kepada mereka. By the way selamat untuk para juara,” pungkas atlet nasional binaraga putri asal Jombang ini.(*)

BAGIKAN