Tulungagung dan Kediri Sabet Emas di Dua Kategori Nomor MTB

99
Pembalap nomor MTB merebut terdepan di Kinco Bike Pacet, Minggu (10/9/2023) pagi.

MOJOKERTO – Dihari pertama, pertandingam cabang olahraga (cabor) Balap Sepeda Porprov Jawa Timur (Jatim) VIII/2023, dua nomor dipertandingkan di Kinco Bike Park Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (10/9/2023).

Sebanyak 130 atlet putra dan putri memperebutkan juara, hal ini disampaikan oleh Tecnichal Deligated Balap Sepeda, Agus Teguh Stipan.

Dihari pertama ini, ada dua nomor yang dipertandingkan yakni MTB XC mix relay dan XCE putra dan putri.

Dimana hasil dari MTB XC Miy Relay, dimenangkan oleh Kabupaten Tulungagung yakni Farhan Fahrezy Putra, Nihayatuzzain Asshofi, Nanda Eka Ramadhan dengan catatan waktu 38,00 menit.

Sementara di perolehan medali perak, dimenangkan dari kota Kediri diantaranya Muhammad Raihan Azizan, Eno Maretta, Valendra Febryan dengan catatan waktu 40 menit 6 detik.

Dan kota Lumajang, mendapat medali perunggu yang dimenangkan oleh Achmad Dhani, Novel Puspita Sari, Muchamad Ahadi dengan catatan waktu 41 menit 23 detik.

Sementara di kategori XCE Putri, medali emas dari kota Kediri, atas nama Arasy Ikhsaniah dengan catatan waktu 1 menit 20 detik. Medali perak, diperoleh oleh atlet Kota Batu, atas nama Rahma Alya, dengan menempuh waktu tercepat 1 menit 22 detik. Untuk medali perunggu, diperoleh dari Kota Kediri atas nama Kiara Anggi Ayesha, dengan cataran waktu 1 menit 25 detik.

“Melihat hasil peta persaingan, alhamdulillah dan bandingkan sebelumnya di Porprov VII di Jember, ada beberapa perubahan sebelumya dominan hanya kota dan kabupaten tertentu, kini lebih merata dan tidak mendominasi,” ungkap Agus.

Bahkan ajang multievent dua tahunan ini, para atlet yang mengikuti lebih berbeda karena batasan usia yang ditentukan berbeda. Dalam ketentuan THB, atlet Puslatda Jatim tidak diperbolehkan mengikuti Porprov, hal ini karena cabor mencari bibit baru yang nantinya bisa menjadi atlet Puslatda ke depannya.

“Kita ada pembatasan usia untuk Porprov, kali ini maksimal 16 tahun karena kita mencari bibit muda untuk regenerasi dan terbukti dengan usia muda ini peta persaingan bermunculan dan merata,” ungkapnya.

Bidang Media dan Humas KONI Jatim 

BAGIKAN