PSSI Gandeng UNESA, Erick Thohir : Komitmen Perbanyak Wasit dan Pelatih

36
Ketua PSSI Erick Thohir bersama Rektor Unesa Prof Nurhasan dan jajaran rektorat MoU Peresmian Fasilitas Olahraga UNESA, Jumat (8/9/2023).

SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (UNESA), menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di sela-sela Kuliah Umum bersama Erick Thohir di Graha UNESA, Kampus Lidah Wetan, Surabaya, pada Jumat, 8 September 2023. 

MoU yang juga melibatkan belasan LPTK dan Forum Dekan Keolahragaan Indonesia itu, merupakan wujud komitmen kerjasama PSSI dengan perguruan tinggi salah satunya UNESA untuk meningkatkan kualitas dan memperbanyak jumlah pelatih dan wasit. 

Langkah itu ditempuh untuk menjawab kekurangan pelatih dan wasit di Indonesia. Jika dibandingkan, lanjutnya, Jepang saja yang jumlah penduduknya di bawah Indonesia, memiliki jumlah wasit dan pelatih yang mencapai 80 ribu orang. Untuk pelatihnya saja bisa 20 ribu lebih. 

“Kita berapa? padahal jumlah penduduk kita lebih banyak. Artinya ada yang mesti kita perbaiki. Tidak mungkin PSSI sendiri. Itulah kenapa kami mendorong sertifikasi kepelatihan, kewasitan dan semuanya kita lakukan bersama-sama dengan perguruan tinggi,” bebernya. 

Selain itu, kerja sama tersebut juga dalam rangka membangun sport sciences yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas fisik atlet tanah air. Itu yang bakal didorong bersama perguruan tinggi, termasuk UNESA yang terkenal dengan olahraga sebagai unggulannya. 

Terakhir, yang tidak kalah penting, kata pria yang juga Menteri BUMN itu bahwa Presiden Joko Widodo sudah mendorong peraturan perbaikan Mendagri di mana pendanaan dari provinsi bisa digunakan untuk men-support olahraga dalam konteks ini bisa mendukung Liga 3.

“Bukan klub ya, Liga 3. Artinya, universitas seperti UNESA punya klub Liga 3. Kalau semua kampus di Indonesia bermain di Liga 3. Artinya, regenerasi sepak bola Timnas akan lebih mudah lagi, karena para mahasiswa bermain di situ,” terangnya. 

Dengan catatan, lanjutnya, permainan tidak boleh diatur-atur, tidak boleh ada tawuran. Itu semua harus diwujudkan bersama untuk memperbaiki sepak bola Indonesia dari bawah ke atas.  

Sementara itu, Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes.,mengatakan bahwa program kerja sama ini langsung mulai digarap. Mahasiswa sudah disiapkan serta dilatih bertahun-tahun dan mereka lulus sudah dibekali dengan ilmu keolahragaan. 

Mahasiswa yang memiliki kemauan dan berkompeten di bidang wasit didorong ke dunia perwasitan. Begitupun dengan yang ingin menjadi pelatih, didorong menjadi seorang pelatih dan yang ke arah manajemen pun didorong ke sana. 

“Semua sudah kami siapkan lewat Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan(FIKK),” tukasnya. 

Sementara itu, Dekan FIKK UNESA Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Kes., mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kerja sama dengan PSSI tersebut. Apalagi, sinergi itu tidak sampai di kampus saja, tetapi juga sampai di level sekolah. 

“Sinergi ini menjadi proyeksi yang bagus untuk masa depan dunia olahraga kita. Ini sekaligus membentuk ekosistem olahraga yang lebih baik. Kami dari fakultas keolahragaan sangat mendukung. Apalagi, kami juga punya atlet SLOMPN usia sekolah yang tengah dibina. Dari bawah, kita sudah siapkan. Ini langkah bagus untuk olahraga yang lebih maju dan berprestasi,” tutupnya.  

Tambahan, kuliah umum tersebut turut dihadiri Wakil PSSI Zainudin Amali dan jajaran exco PSSI. Juga hadir seluruh rektor LPTK, jajaran KONI, pengurus Forum Rektor LPTK, jajaran Forum Dekan Keolahragaan Indonesia, pimpinan dan dekan se-lingkungan UNESA serta sekitar 3 ribu lebih mahasiswa UNESA.  (ega)

BAGIKAN