FPTI Sepakat Cabor Panjat Tebing Pindah ke Surabaya

84
Wakil Ketua KONI Jatim, Deddy Suhayadi didampingi Ketua FPTI Jatim, Dhanu Iswara dalam Rakornis FPTI, di KONI Jatim, Sabtu (12/8/2023).

Tuan Rumah Sidoarjo Tidak Siap Fasilitas

SURABAYA – Venue pelaksanaan cabang olahraga (cabor) panjat tebing, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim dipastikan pindah dari Sidoarjo ke Surabaya. Perpindahan ini, menyusul keberatan tuan rumah cabor panjat tebing Sidoarjo lantaran tidak memiliki fasilitas. 

Tuan rumah cabor panjat tebing, telah berkirim surat ke KONI Jatim dengan nomor surat 426/695/438.5.17/2023, tertanggal 7 Agustus 2023, yang ditandatangani Kepala Dinas Kepemudaan dan Pariwisata Sidoarjo, Joko Supriyadi. 

Atas dasar itu, Pengprov FPTI Jatim langsung menggelar rapat koordinasi teknis (Rakornis) Porprov VIII/2023 di Gedung KONI Jatim, Sabtu (12/8/2023). Seluruh peserta rakornis menyetujui perpindahan venue panjat tebing. 

“Kami menyepakati perpindahan venue di Surabaya. Ini merupakan pengalaman pertama, di mana tuan rumah belum memiliki dinding panjat,” kata Ketua Umum FPTI Jatim, Dhanu Iswara. 

Ia menegaskan, hasil rapat tidak secara otomatis telah berlaku. Menurutnya lika-liku pemindahan venue ini masih panjang. Menurutnya, hasil rapat akan diteruskan ke KONI Jatim untuk mendapat persetujuan. 

Apabila disetujui, seluruh anggota FPTI Jatim akan melakukan finalisasi. Setidaknya, masih perlu membahas beberapa hal teknis yang berkaitan dengan lomba. Misalnya penginapan peserta, katering, dan upacara pengalungan medali.

“Beberapa peserta ada yang sudah melunasi penginapan. Ada pula yang mengusulkan bantuan katering dan penginapan,” kata Dhanu. 

Ketua Umum FPTI Surabaya, Moch Efendi menilai venue milik KONI Jatim di Surabaya lebih representatif. Selain itu, tempat ini sudah terbiasa menggelar kejuaraan berskala nasional. 

“Tidak masalah pindah. Ini pilihan terbaik yang harus diambil FPTI agar panjat tebing tetap dilombakan,” ujar Dhanu. 

Adapun Ketua FPTI Bangkalan, Erik Rahmad Ansyori mengusulkan agar ada bantuan penginapan di sekitar venue. Sebab, kontingen Bangkalan telah melunasi penginapan di Sidoarjo. Otomatis, mereka harus meninggalkan penginapan apabila cabor panjat tebing benar-benar pindah ke Surabaya. 

“Kami berharap ada subsidi (penginapan). Terus terang kami sudah melunasi penginapan, dan tidak mungkin dananya ditarik ulang,” jelas Erik. 

Erik memaklumi, perpindahan venue yang disebabkan ketidaksiapan tuan rumah. Pria yang juga pengurus KONI Bangkalan ini, mengakui panjat tebing bukan satu-satunya cabor yang berpindah. 

Ketua FPTI Sidoarjo, Badai Atmaja meminta maaf kepada seluruh peserta atas perpindahan venue akibat belum adanya fasilitas di Kota Delta. Menurutnya, hal ini tidak perlu lagi terjadi di ajang serupa tahun berikutnya. 

Adapun Wakil Ketua KONI Jatim, Dedi Suhajadi menilai hasil rakornis ini sudah ada kesepakatan. Selanjutnya, KONI Jatim akan segera membahas hasil rapat koordinasi teknis. 

“Secepatnya akan dibahas agar teman-teman FPTI segera melakukan persiapan. Terus terang, panjat tebing salah satu lumbung emas Jatim. Salah satunya PON,” tegas Dedi.

Bidang Media dan Humas KONI Jatim

BAGIKAN