Atlet Panjat Jatim Rebut Emas Kejuaraan Dunia di Prancis

37
Rahmad Adi Mulyono (tengah) Raih Medali Emas, kategori Speed World Record pada World Cup di Chamonix Prancis

Rahmad Adi Mulyono, Sabet Emas Speed World Record

SURABAYA – Prestasi atlet panjat tebing Jawa Timur (Jatim), terus moncer. Kali ini, Rahmad Adi Mulyono menyabet medali emas kategori speed world record putra pada ajang World Cup di Chamonix, Prancis, Minggu (9/7/2023).

Di babak final, Adi menorehkan catatan waktu 5,01 detik untuk mengalahkan atlet asal Kazakhstan, Rishat Khaibullin, yang terpaut 0,05 detik. Sebelumnya Adi mengalahkan rekan senegaranya, Raharjati Nursamsa di babak semifinal.

Selanjutnya, Raharjati Nursamsa merebut perunggu setelah unggul 0,001 detik atas atlet asal Jepang, Jun Yasukawa yang mencatatkan waktu 5,324 detik.

Keberhasilan Adi merebut emas, membuka jalan menuju ke Olimpiade 2024 di Paris. Namun, ia juga perlu mengikuti ajang serupa guna menumpuk poin sebanyak mungkin.

“Hitungan poinnya saya belum mendapat info, tapi emas di kejuaraan dunia ini membuka peluang Adi mengikuti kualifikasi Olimpiade. Sebab poin dari medali emas kejuaraan dunia ini cukup tinggi,” kata Ketua Umum FPTI Surabaya, Moh Effendi.

Pria yang akrab disapa Kriwul itu menambahkan, sebelumnya Adi mengikuti ajang serupa di Swiss dan Amerika Serikat. Hanya saja hasilnya kurang memuaskan di dua ajang sebelumnya.

“Di Swiss (2 Juli) lalu Adi hanya menduduki urutan ke-10 dan di AS berada di peringkat sembilan (22 Mei),” lanjut Effendi.

Adi merupakan atlet andalan Surabaya, yang kini dipersiapkan mengikuti Puslatda Jatim proyeksi PON tahun depan. Kemunculan atlet berusia 22 tahun ini, terlihat saat merebut emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), di Lamongan 2019 silam.

“Sejak Porprov 2019, grafik prestasinya terus naik. Ia kerap mengisi kursi Pelatnas sejak usia 17 tahun, berlanjut junior hingga dewasa. Adi juga jarang pulang ke Surabaya, untuk mengikuti Pelatnas jangka panjang program Olimpiade 2024,” Effendi menambahkan.

Prestasi Adi, diharapkan terus bersinar hingga PON maupun Olimpiade mendatang. Sebab usianya masih relatif muda dan peluang untuk meningkatkan prestasi masih terbuka lebar. (ega)

BAGIKAN