KONI Jatim Panggil Cabor Matangkan Persiapan Babak Kualifikasi PON XXI Aceh – Sumatera Utara

135
Sekretaris KONI Jatim, Harun memimpin rapat koordinasi bersama cabor panjat tebing guna mematangkan BK-PON Aceh - Sumut 2024

SURABAYA  – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur (Jatim), kembali memanggil pengurus cabang olahraga (cabor), pelatih dan tim pendukung lainnya sebagai evaluasi persiapan menjelang Babak Kualifikasi (BK) PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara (Sumut) yang digelar Agustus-September, nanti. 

Pemanggilan cabor ini dimulai 12 Juni hingga 21 Juni mendatang. Sejak Puslatda Jatim 100/V digelar mulai Desember 2022, pada bulan Juni ini diharapkan cabor yang menjalani Puslatda sudah menyiapkan paparan bagaimana kesiapan atletnya untuk berlaga di BK PON atau Pra PON.

Direktur Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda, Irmantara Subagjo mengatakan, pemanggilan ini dilakukan untuk melakukan konsolidasi untuk mematangkan persiapan tiap cabor. Mulai dari kondisi persiapan, hingga proyeksi medali tiap cabor dari itu KONI Jatim sudah memiliki gambaran raihan medali. 

Dalam pertemuan internal tersebut, KONI Jatim banyak melakukan koordinasi terkait kesiapan masing-masing cabor menjelang Babak Kualifikasi atau Pra PON. 

Di antaranya, mengetahui nama-nama yang akan diproyeksikan tampil di BK, lalu pemetaan daerah mana yang menjadi pesaing berat atlet Jatim.

“Beberapa cabor sudah menyampaikan gambaran medalinya, hanya saja sistem Pra-PON ada yang hanya kelolosan dan kuota. Dari pertemuan ini kami ingin mendapat perkembangan puslatda yang ada,” ungkap pria yang akrab disapa Ibag, Senin (12/6/2023).

Selain itu, Ibag yang juga Wakil Ketua II KONI Jatim ini menyebut, ada banyak tantangan dalam menyambut Pra-PON ini. Sebab, ada cabor baru, nomor baru, dan atlet baru yang ini membuat persaingan jauh lebih berat. 

Tak hanya itu, tantangan berat lainnya adalah kondisi keuangan yang minim membuat KONI Jatim harus menyesuaikan dengan kebutuhan setiap cabor. 

Misalnya tidak adanya program latih tanding, tidak adanya pembaruan peralatan dan sebagainya. 

“Itu yang dicatat untuk kami sampaikan ke pimpinan. Semoga kendala itu bisa diatasi sehingga menyambut Pra-PON lebih maksimal,” kata pria yang juga Dosen Olahraga di Universitas Negeri Surabaya itu. 

KONI Jatim, juga memberikan sejumlah catatan dari hasil tes fisik kepada masing-masing cabor. Sebab, dari catatan terdapat beberapa atlet yang hasil tesnya menurun. Dari catatan itu, ia berahap cabor untuk membenahi kekurangan tersebut dengan berlatih keras. 

“Mungkin yang Pra-PON sudah dekat tidak, kalau masih lama akan kami adakan lagi tes fisik,” pungkasnya. 

Hasil Pra-PON nanti, akan menjadi acuan KONI Jatim dalam mengirim atlet ke PON. Dengan keterbatasan anggaran, KONI hanya akan mengirim atlet yang meraih emas atau perak di Pra-PON. 

Secara umum KONI Jatim berharap bisa mengirimkan atlet sebanyak-banyaknya ke PON XXI Aceh-Sumut, namun karena dana hibah yang diterima KONI Jatim  sangat sedikit, keputusan mengirim atlet yang memiliki prospek meraih medali emas saja yang bakal dikirim ke PON.

“Kami masih berharap ada tambahan dana untuk Puslatda sehingga kami bisa maksimal mengirimkan atlet saat PON 2024 nanti. Terus terang dengan minimnya anggaran ini, kami tidak bisa memenuhi permintaan cabor. Misalnya, saat kami panggil cabor panjat tebing, untuk tampil di BK PON butuh peralatan baru terutama yang paling vital yaitu sepatu, karena tidak ada anggaran, ya terpaksa kami tidak bisa memenuhi permintaan ini,” pungkas Ibag.

Bidang Media dan Humas KONI Jatim

BAGIKAN