Pesilat Surabaya Siap Berprestasi dan Jaga Keamanan

106
Ketua Pengprov IPSI Jatim, Soepratomo menyerahkan bendera pataka kepada Bambang Haryo, sebagai Ketua IPSI Surabaya

Pengukuhan Bambang Haryo sebagai Ketua IPSI Surabaya

SURABAYA – Kepengurusan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Surabaya, secara resmi dikukuhkan, Jumat (19/5/2023). Bambang Haryo Soekartono, sebagai Ketua Umum IPSI Surabaya secara resmi sudah sah.

Pengukuhan kepengurusan IPSI Surabaya, dilakukan oleh Ketua Pengprov IPSI Jawa Timur, Soepratomo. Pelantikan terasa istimewa, lantaran banyak tokoh penting Surabaya yang hadir.

Pengukuhan IPSI Surabaya dihadiri Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Herlina, Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporpar) Kota Surabaya, Wiwik Widyawati.

Selain itu, semua perguruan pencak silat yang menjadi angota IPSI Surabaya juga datang dalam pelantikan ini.

Bambang Haryo Soekartono mengatakan, dirinya sudah menjadi ketua IPSI Surabaya sebanyak tiga kali. Ini menjadi periode ketiganya sebagai ketua umum.

Pencak silat, kata Bambang Haryo, merupakan warisan budaya Indonesia yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan, khususnya di Surabaya.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak, IPSI Surabaya selalu mendapat support dari banyak elemen masyarakat dan tokoh. Sehingga, IPSI Surabaya terus berkiprah dengan meraih banyak prestasi,” sebut Bambang Haryo.

Pria yang akrab disapa BHS ini mengaku, mulai pembina, pelatih dan atlet pencak silat di Surabaya memberikan kontribusi yang besar dan terbaik. Di sisi prestasi, pencak silat Surabaya merupakan pemegang juara Prorprov sebanyak tujuh kali.

“Tahun ini ada Poprov lagi, kami menargetkan bisa juara umum lagi untuk yang kedelapan kalinya. Atlet-atlet Surabaya diharapkan terus berprestasi dan bisa dipakai Jatim untuk ajang nasional dan internasional. Luar biasa, terima kasih,” terang BHS.

Tidak hanya untuk pengembangan prestasi di ajang olahraga, lanjut BHS, para pesilat Surabaya juga siap ikut ambil bagian dan aktif menjaga kemanan Kota Pahlawan.

Wani Jogo Suroboyo (berani jaga Surabaya). Kami selalu siap membantu keamanan kota (Surabaya),” cetus BHS.

Anggota pencak silat di Surabaya jumlahnya, lanjut BHS, cukup banyak. Ia mengklaim, 10 sampai 20 persen warga Surabaya menjadi anggota pencak silat di berbagai perguruan.

“Kalau 10 persen penduduk Surabaya saja, berarti sudah 300 ribu orang adalah pesilat. Kami siap membantu kemanan Surabaya,” tegasnya.

Kapolrestabes Pasma Royce, memberi apresiasi terhadap kiprah dan prestasi IPSI Surabaya. Ia berjanji akan bersinergi dengan IPSI Surabaya untuk pengembangan prestasi.

“Silahkan adakan kejuaraan di Polres, kami punya aula yang bisa dipakai untuk kejuaraan,” ucap Pasma yang disambut tepuk tangan.

Pasma juga memberi imbauan, para pesilat ikut membantu dan terlibat menjaga Surabaya dari gangguan kriminalitas.

“Para pembina, pelatih, pengurus IPSI dan perguruan (pencak silat) bisa bekerja sama dengan kami. Terutama untuk pembinaan mental anggota yang masih muda, supaya terus dibina dan diarahkan ke hal-hal yang baik. Jangan sampai ada tawuran-tawuran, mari bersama-sama jogo Suroboyo,” imbaunya. 

Soepratomo menambahkan, IPSI Surabaya ini cukup istimewa. Diharapkan kedepannya bisa melahirkan bintang-bintang pesilat dengan prestasi nasional dan internasional.

Silat Surabaya harus berprestasi, karena sarana prasarananya lengkap. Pelatih, pembina dan atlet-atletnya terbaik di Jatim,” jelas Soepratomo.

Ia juga meminta kepada IPSI dan perguruan silat di Surabaya untuk ikut menjaga keamanan. Terutama bisa melakukan pembinaan dan arahan ke pemuda.

“Saya prihatin di beberapa daerah terjadi gesekan-gesekan antar perguruan. Kebanyakan pengaruh dari media sosial, jadi diharapkan sangat bijak dalam bermedia sosial,” imbau Soepratomo. (ega)

BAGIKAN