KONU, Digagas untuk Wadahi Pelaku Olahraga dari Nahdliyin

82
Ketua KONI Jatim, M Nabil, Ketua PWNU Jatim, Marzuki Mustamar, para Deklarator KONU dan jajaran Pengurus KONI Jatim

KONI Jatim Bantu SDM (Pelatih, Atlet dan Sport Scince)

SURABAYA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU)  Jawa Timur (Jatim), berencana mendirikan wadah bagi pelaku olahraga dari kaum Nahdliyin, yang diberi nama Konfederasi Olahraga Nahdlatul Ulama (KONU). 

Ini disampaikan oleh Ketua PWNU Jatim, KH Marzuqi Mustamar, Sabtu 1 April 2023, malam, di Aula Suhartatik Gedung KONI Jatim.

Tokoh NU kelahiran 22 September 1966 itu mengungkapkan, gagasan ini muncul setelah melihat besarnya potensi warga NU di bidang olahraga. 

Maka itu, dirinya dan pengurus PWNU Jatim berniat mewadahi, mengembangkan bakat mereka, dan memberikan sentuhan-sentuhan Islami kepada atlet, pelatih, perangkat pertandingan, serta pengurus cabang olahraga (cabor) yang bernaung di bawah KONU.

Rencananya, gagasan ini akan dibawa ke PBNU untuk mendapatkan pengakuan dari ormas Islam terbesar di Indonesia itu. 

“Harapannya, benar-benar mendapatkan legalitas dari PBNU. Sehingga dalam melangkah, tidak menimbulkan masalah di internal NU. Jangan ada duri dalam daging,” ujar KH Marzuqi Mustamar.

Langkah pertama yang akan ditempuh oleh penggagas KONU ini membawa usulan tentang organisasi ini ke PBNU. 

Setelah mendapat lampu hijau, akan dibuatkan akta dan diurus legalitasnya ke Departemen Hukum dan HAM (Depkumham). 

“Syukur-syukur kalau yang melaunching nanti PBNU,” ujar pimpinan Pondok Pesantren Sabilul Rosyad, Kota Malang tersebut.

Kiai Marzuqi menyebutkan, program awal yang akan dilakukan organisasi ini bila sudah mendapatkan legalitas dari PBNU, KONU akan mengakomodir, menginventarisir, menertibkan dan mengorganisir cabor – cabor yang ada di masyarakat NU. 

Lantas, jika semua langkah itu telah ditempuh, maka KONU segera menyelenggarakan event-event, lomba atau pertandingan mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, sampai nasional.

“Dan supaya pemenangnya dapat pengakuan internasional, maka harus connect dengan pemerintah dan KONI.  Sehingga setelah menjadi juara nasional, bisa ikut lomba atau pertandingan di tingkat internasional, dan untuk Jawa Timur kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua KONI Jatim, Pak Nabil,” jelas Kiai Marzuqi.

Untuk mencapai tahap tersebut, organisasi olahraga yang baru dirintis ini akan menjalankan tahapan-tahapan yang dibutuhkan. Sehingga, setiap event yang diselenggarakan KONU bisa berjalan optimal dan menghasilkan bakat- bakat hebat yang akan berkontribusi untuk bangsa Indonesia.

“Namanya masih merintis ya harus bertahap. Misalnya, tahun ini harus menyelesaikan ini, kemudian menyiapkan yang lain. Mulai seleksi atlet, pelatihan untuk pelatih, wasit dan lain-lain yang versi NU. Yang full NKRI harga mati, misalnya menang ya menang tapi tetap menjaga aspek kemanusiaan, tata krama, dan adab. Seperti yang dicontohkan oleh atlet sepak bola santri, Maulana, yang selalu cium tangan pelatihnya. Kita ingin ada budaya-budaya mulia seperti itu dipromosikan lewat olahraga juga,” paparnya.

Dari penjelasan tersebut, KONU akan memulai langkah demi langkah sampai kepengurusan cabornya terbentuk, atletnya tersedia, pelatih dan perangkat pertandingannya sudah memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. Sehingga ketika event digelar, semua sudah siap.

Sementara itu, Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil menyambut baik dengan adanya KONU ini. Dan akan membantu dan memfasilitasi tentang teknis pembentukannya di Jatim.

“KONI Jatim akan mencoba membantu KONU khususnya tentang SDM keolahragaan, misalnya soal pelatih, atlet, sport science-nya, dan akan menghubungi pengprov-pengprov dan KONI kota/kabupaten yang selama ini menjadi anggota KONI Jatim,” kata Nabil. 

Potensi atlet dari kalangan Nahdliyin di Jatim sangat besar dan ini harus ditangkap oleh NU agar mereka mendapat pembinaan yang baik dan KONI akan mendukung. 

“KONI Jatim akan menjembatani KONU dengan pengprov cabang olahraga yang ada di Jatim. Mungkin untuk awalnya tidak bisa semua cabang olahraga yang ada di bawah KONI,” tambah Nabil.

Nabil optimistis KONU dan KONI ini satu frekuensi karena di KONI Jatim banyak atlet dan pelatih bahkan pengurus berlatar belakang Nahdliyin apalagi di kota/kabupaten.

“Di KONI Jatim ada Dr Makruf Syah SH, MH, wakil ketua KONI Jatim yang juga Wakil Ketua PWNU Jatim, ada juga Pak Mirza Muttaqin, Firmansyah Ali, dan Anshori yang anggota bidang pembinaan dan prestasi KONI Jatim. Ini tentu mempermudah terbentuknya KONU,” jelasnya. 

Jika semua langkah itu telah ditempuh, maka saat KONU menyelenggarakan event-event, lomba atau pertandingan mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, sampai nasional, menurut Nabil, maka untuk menggerakkan perekonomian masyarakat semakin besar. 

“Dipadukan dengan program Ibu Gubernur Khofifah, OPOP (one pesantren one product ), maka setiap penyelenggaraan event KONU bisa dipadukan dengan event pameran, atau bazar UMKM maka sektor perekonomian pun  juga pasti bergerak,” tegas Nabil. (ega)

Bidang Media dan Humas KONI Jatim

BAGIKAN