Dua Kandidat Calon Tuan Rumah PORPROV VIII/2024

285
Ketua KONI Jatim, M Nabil di tengah tengah peserta Rakerprov

Dua Kandidat Sidoarjo Raya dan Kabupaten Malang

SURABAYA – Salah satu dalam pembahasan (Rapat Kerja Provinsi) Rakerprov KONI Jawa Timur (Jatim), adalah pencalonan Sidoarjo Raya dan Kabupaten Malang, menjadi tuan rumah Pekan Olahraga (Porprov) VIII Jatim.

KONI Jatim memasukkan dua kandidat, yakni empat daerah Sidoarjo Raya (Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto dan Jombang), kemudian Kabupaten Malang. Kedua kandidat tersebut, sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jatim 2024, mendatang.

Dua daerah tersebut, dinyatakan sebagai nominasi lantaran mengajukan diri sebagai tuan rumah Porprov VIII secara tertulis. Dan, sudah melakukan pemaparan kesiapan mereka di hadapan peserta Rakerprov KONI Jatim.

“Hari ini kita belum memutuskan, dua calon yaitu Sidoarjo Raya dan Kabupaten Malang. Mereka masuk nominasi sebagai tuan rumah. Bidding dari mereka nanti, akan kita serahkan kepada Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) untuk memilih. Sebab, Porprov ini gawenya Pemprov Jatim kita hanya sebagai pelaksana,” ungkap Wakil Ketua KONI Jatim, Irmantara Subagjo.

Sementara itu, Ketua KONI Jatim M Nabil mengatakan, ada beberapa parameter dipakai dalam penetapan tuan rumah Porprov. Paling utama kesiapan adalah pemerintah daerah, dalam hal ini ada jaminan dari kepala daerah mereka siap untuk menjadi tuan rumah.

“Parameternya kesiapan pemkab atau kepala daerahnya, lalu venuesnya, akomodasinya, kesiapan perangkat yang ada di daerah tersebut. Kemudian kita estimasi apa bisa terealisasi nggak saat pelaksanaan?” ungkap Nabil.

Terkait penyelenggaraan Porprov VIII, sesuai agenda digelar setiap dua tahunan. Artinya, agenda Porprov VIII rencananya digelar tahun 2024.

Namun, lanjut Nabil, diketahui pada 2024 ada agenda nasional yaitu Pemilu dan Pilkada serentak. Sehingga kemungkinan penyelenggaraan bisa maju atau mundur.

“Kalau Porprov VII tahun 2022, maka yang kedelapan tentu 2024. Tapi, ini masih bisa berubah melihat kondisi nantinya. Kalau boleh memilih, sebaiknya maju 2023. Karena kalau mundur 2025, kemungkinan berhimpitan dengan PON XXI. Mudah-mudahan kalau boleh maju, akhir 2023 bisa digelar,” jelas Nabil. (ega)

BAGIKAN