FOPI Jatim Satukan Visi Menuju PON 2024

17
Ketua Umum KONI Jatim, M Nabil dan Wakil Ketua Bidang Dana Marketing, Baso Juherman, menerima jersey Petanque

Dalam Raker FOPI Jatim 2022

SURABAYA – Salah satu cabang olahraga (cabor) baru, Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jawa Timur (Jatim), mempersiapkan diri untuk meraih prestasi nasional. Perencanaan dan menyatukan visi menuju prestasi itu, dikemas dalam rapat kerja (raker), digelar di kampus Unesa, Lidah Wetan, Surabaya.

Ketua KONI Jatim, M Nabil, diundang untuk membuka raker FOPI Jatim, menyatakan bahwa cabor baru seperti petanque, harus bisa mentarget medali sebanyak banyaknya.

“KONI punya harapan besar terhadap petanque. Kami tidak banyak menuntut, tapi meminta 3 medali emas atau medali sebanyak banyaknya. Kalau bisa, dalam raker ini harus ada ide – ide bagaimana Jawa Timur bisa mengikuti semua nomor petanque yang dipertandingkan di PON nanti,” pinta Nabil, saat membuka Rapat Kerja Pengprov FOPI Jatim, di kampus Unesa, Rabu (19/4/2022).

Bahkan, Nabil mempertegas bahwasannya cabor petanque yang dipimpin seorang ‘gila olahraga’ seperti pak Nurhasan, baik gagasan dan ide-idenya yang ditularkan kepada semua pengurus harus dijalankan.
“Seorang milineal pikiran dan percepatan seperti pak Nurhasan harus ditiru bahkan bisa ditularkan terus kepada semua pengurus,” katanya.

Sementara, Ketua Pengprov FOPI (Federasi Olahraga Petanque Indonesia) Jawa Timur (Jatim), Prof Nurhasan, memberikan support kepada pengurus kota/kabupaten, agar bisa kolaborasi dan membuka diri untuk memajukan petanque sebagai cabor baru.

“Kalau ingin maju dan mencapai prestasi, harus bisa duduk bersama, namun tidak eker-ekeran (ribut) sesama pengurus. Kalau organisasi sehat maka akan maju,” ujarnya, di depan peserta Raker Pengprov FOPI Jatim.

Selain itu, lanjut Nurhasan, bahwa sebagai pengurus FOPI tidak lamban dalam mengerjakan tanggungjawab. “Jangan lelet (lamban). Ketika ada informasi meski mendadak, jangan menyalahkan itu mendadak. Artinya, kata – kata mendadak harus dihilangkan, karena infonya sekarang. Maka menganggap info masuk itu mendadak, harus dihilangkan dalam mindset diri pengurus FOPI, dan sudah tidak jaman lagi,” tegasnya. (tim)

BAGIKAN