Muay Thai Jaga Asa Meraih Dua Emas

25
Atlet Jawa Timur Mila Hawa gagal ke semifinal setelah dikalahkan wakil Papua, Yael Awom. (Foto: Syaiful/KONI Jatim)

SENTANI – Tim muay thai Jawa Timur (Jatim) hanya menyisakan empat atlet di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua. Keempat petarung tersebut akan berjuang di babak semifinal di GOR STT GIDI, hari ini (30/9). Meski hanya tersisa empat atlet, tim muay thai yakin bisa mencapai target dua emas.

Tim Jatim datang ke Papua berkekuatan enam atlet. Hanya saja, dua di antaranya sudah tersisih di partai awal. Himawan Angga yang turun di kelas 57 kg, dikalahkan Wahyu Febrianto dari Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (28/9). Satu-satunya atlet putri Jatim, Mila Hawa (kelas 43 kg) juga gagal melaju ke semifinal. Mila tumbang di tangan wakil tuan rumah Yael Awom, Rabu (29/9/2021) siang.

Tinggal empat atlet Jatim yang tersisa di semifinal. Aldento Brilian akan bertanding di nomor wai khru (seni). Lalu atlet andalan Jatim, Abdul Rohman akan menjadi tumpuan emas di kelas 60 kg. Lalu Febri Arwanda tampil di kelas 54 kg. Sedangkan Galih Bangkit akan beraksi di kelas 45 kg.

“Sebagai pelatih, saya selalu yakin anak-anak bisa mencapai target dua emas. Peluangnya cukup besar. Akan tetapi, kami tidak boleh meremehkan daerah lain. Kami harus tetap berusaha semaksimal mungkin. Sebab apa pun, Jatim siap,” tegas Agus Irawan, pelatih tim muay thai Jatim.

Galih Bangkit akan tampil lebih dulu melawan wakil dari Sumatera Barat. Kemudian Febri menghadapi pemenang antara Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Papua yang kini sedang bersengketa di komite banding. Sementara itu, Rohman bakal berjumpa wakil tuan rumah di fase empat besar.

“Jika melihat permainannya, kualitas Rohman sudah tidak perlu diragukan lagi. Rohman layak juara,” ucap Iwan, sapaan akrabnya.

Sementara Aldento diharapkan mencuri medali di wai khru. Hanya saja, nomor ini tergantung subjektivitas juri. “Penilaian wai khru mutlak dari dewan juri. Sebab akan dilihat dari sudut pandang masing-masing juri. Sebab ini nomor seni,” terang pelatih berdarah Makassar-Manado ini.

Iwan menambahkan, meski Jatim kehilangan dua atlet, namun hal ini tidak memengaruhi target. “Semoga kami bisa berjuang terus sampai meraih medali emas,” harap Iwan. (tim)