Surabaya Gondol 2 Emas Speed Klasik

3
Rahmad Adi saat tampil di final panjat tebing nomor speed klasik di Porprov VI/2019 di kompleks Stadion Surajaya, Lamongan. (Foto: Haris)

Panjat tebing Surabaya berhasil menggondol dua medali emas di cabor panjat tebing. Kedua keping emas itu dihasilkan oleh dua atletnya yang turun di nomor speed klasik perorangan, Amanda Nanda Mutia (putri) dan Rahmad Adi Mulyono (putra).

Di final, kedua atlet panjat tebing Surabaya ini mengungguli masing-masing lawannya. Adi mengalahkan Nicholas Phutut Jati Kristianto dari Kota Blitar di final speed klasik yang berlangsung pada Senin 8 Juli 2019 di kompleks Stadion Surajaya, Lamongan.

Sementara Amanda mengalahkan kompatriotnya yang sama-sama atlet panjat tebing Surabaya, Egalita Adliyah.

Hasil ini memang sudah bisa ditebak. Pasalnya, kedua atlet panjat tebing Surabaya ini sehari-hari bisa berkompetisi dengan para seniornya di Puslatda Panjat Tebing Jatim. Mereka tergabung dalam atlet muda yang dikondisikan sebagai pelapis atlet panjat tebing Jatim di PON 2020/Papua mendatang.

“Mereka memang atlet andalan kami. Mereka juga akan turun di nomor lain. Kami juga targetkan di beberapa nomor lain,” ujar Hoslih Abdullah, Ketua KONI Surabaya.

Hoslih meyakini, atlet panjat tebing Surabaya akan berjaya di banyak nomor lain mengingat mereka memiliki sejumlah atlet potensial. (hrs)