Inilah Kunci Sukses Atlet Jatim di Asian Games

2

JAKARTA – Atlet asal Jawa Timur (Jatim) memberikan kontribusi besar kepada kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Hingga Senin (27/8) malam, Jatim menyumbang sembilan emas dari total 22 medali emas yang diperoleh Indonesia.

Kesembilan emas itu diperoleh Eko Yuli Irawan (angkat besi), Jafro Megawanto, Joni Efendi, dan Roni Pratama (beregu putra paralayang), Jafro Megawanto (perorangan paralayang), Ihram dan Isadi Ardi (dragon boat).

Aji Bangkit Pamungkas dan Sarah Tria Monita (pencak silat), Rindi Supriyanto dan Abudzar Yulianto (sport climbing), Aldila Sutjiadi (ganda campuran tenis lapangan), dan Rifki Ardiansyah ArRosyid (karate).

Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung sangat happy dengan pencapaian atlet-atlet binaan Jatim. Kesuksesan itu tak lepas dari dukungan sport science yang selama ini diterapkan di provinsi ujung timur Pulau Jawa itu.

“Dengan hasil ini memperlihatkan bahwa kami sudah on the track dengan sport science. Jadi, apa yang kami kalkulasi itu terjadi di Asian Games,” ucap Erlangga di Padepokan Pencak Silat Indonesia, Senin (27/8).

Dengan adanya sport science, lanjut Erlangga, para pelatih dan atlet mampu menilai kekuatan dirinya. “Dengan adanya sport science ini bisa kelihatan kualitas asli dari seorang atlet. Jadi sangat minim kecurangan,” imbuh Erlangga.

Ia pun mengaku jika para atlet yang meraih medali sudah sesuai perhitungan tim Binpres KONI Jatim. Hanya saja, ada beberapa atlet yang tampil mengejutkan seperti di cabang tenis.

Erlangga mengatakan jika tenis diluar dugaan karena lawan yang dihadapi dari sebelum hingga final adalah atlet yang sudah masuk dalam peringkat dunia. Namun, karena kualitas dari atlet Jatim yang baik dapat mengalahkan atlet dunia.

“Atlet Jatim ini punya fighting spirit yang baik, dan punya kondisi fisik yang sudah baik dari hasil pembinaan berbasis sport science. Saya yakin hingga saat ini Jatim masih yang terbaik dalam penerapan sport science,” pungkasnya.(va)

BAGIKAN