Eko Yuli Persembahkan Emas

1
eko yuli irawan

JAKARTA – Eko Yuli Irawan, lifter asal Jawa Timur berhasil meraih medali emas kelas 62 kg Asian Games 2018. Pria yang akrab disapa Eko itu keluar sebagai juara usai meraih total angkatan 311 kg.

Tampil sebagai unggulan, Eko tampil percaya diri sejak awal tampil. Mengawali perlombaan di nomor snatch ia sudah berhasil mengangkat beban 137 kg atau tertinggi dari kompetitor lain.

Di angkatan keduanya, Eko kembali berhasil meraih angkatan 141 kg. Sayang di angkatan ketiga, ia gagal menganggkat beban 145 kg.

Berlanjut di nomor clean and jerk, penampilan Eko yang disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo, kembali memasang target tinggi 165 kg yang berhasil ia capai. Untuk meraih medali emas, di angkatan kedua Eko sukses menganggkat 170 kg.

Sedangkan diangkatan ketiga Eko gagal mencapai targetnya 175 kg. Dengan hasil itu, Eko sukses mengumpulkan angkatan 311 kg dari 141 kg snatch dan 170 kg clean and jerk.

Sementara itu, medali perak diraih oleh Trinh Van Vin dari Vietnam dengan total angkatan 299 kg, dan perunggu diraih oleh Erghasev Adkhanjon dari Uzbekistan dengan total angkatan 298 kg.

Pasca perlombaan, mantan peraih medali perak di Olimpiade 2014 Brazil itu mengaku termotivasi dengan dukungan masyarakat yang hadir langsung.

“Alhamdulillah Presiden (Jokowi) nonton langsung, keluarga nonton langsung, masyarakat nonton langsung. Ini yang bisa saya persembahkan berkat dukungan yang luar biasa,” akunya.

“Serta KONI Jawa Timur yang memberikan pembinaan berlanjut sejak 2014 sampai sekarang, dan juga dukungan pemerintah pusat selama Pelatnas berlangsung,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengaku bangga dengan capaian Eko Yuli.

“Alhamdulillah luar biasa, ini sesuai dengan target PB PABBSI, dan semua kita memberikan suport luar biasa kepada Eko Yuli. Serta saya berterima kasih kepada PB PABBSI yang terus melakukan pembinaan yang cukup bai. Semoga bisa memberi warna nanti dan sebagai persiapan jelang Olimpiade 2020 di Tokyo,” kata Imam Nahrawi. (tim)

BAGIKAN