Panahan Padukan Mix Team

5
peraih emas coumpond putri

SURABAYA –  Cabang olahraga (cabor) panahan Jawa Timur (Jatim), terus melakukan konsolidasi jelang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat (Jabar).

Persiapan dan konsolidasi, setidaknya seluruh atlet panahan baik penghuni pelatnas kembali bergabung untuk merapatkan barisan dalam puslatda Jatim. “Semua sudah kembali untuk puslatda persiapan PON,” ujar Ketua Perpani Jatim, Denny Trisyanto, Senin (29/8/16) pagi.

Persiapan itu, kata dia, mengasah fisik, teknik, mental dan psikologi tim. Dalam hitungan hari, sisa waktu untuk menjaga konsolidasi tim. Dia menjelaskan, untuk kondisi fisik dan psikologi, para atletnya tidak ada masalah. “Tinggal memadukan kekompakan tim.”

Menurut Denny, pelatih akan sangat berperan dalam hal itu. “Program sudah terencana dengan baik. Ada dua tim yang saat ini kita asah terus kekompakannya, yakni mix coumpond dan mix recurve. Baik putra maupun putri,” ujarnya.

Pematangan kekompokan tim mix tersebut, guna menjaga potensi juara umum di PON. Yang mana sudah delapan kali gelaran pesta olahraga terakbar di Indonesia, panahan Jatim selalu keluar menjadi juara umum. Jika pada gelaran PON XIX Jabar lagi-lagi keluar sebagai juara umum. Maka itu merupakan kesembilan kalinya.

“Sudah 32 tahun kami menjadi juara umum di PON. Jika PON XIX Jabar juara umum lagi, maka jadi 36 tahun. Untuk itu kita sudah siapkan betul untuk bisa jadi juara umum. Hanya perjuangan dan do’a yang bisa mengantarkan kita meraihnya,” kata Denny.

Untuk merealisasikan juara umum, tim panahan Jatim membutuhkan minimal lima medali emas. Dari delapan belas nomor yang akan dilombakan. Namun langkah tersebut tentu tidak mudah. Terlebih Jabar selaku tuan rumah telah bersiap merusak dominasi tim panahan Jatim. Selain itu, masih ada Kaltim, DKI Jakarta dan Jateng yang tampil maksimal di pra PON.

Sementara itu, gelaran PON yang kurang hitungan hari. Tim panahan fokus latihan di Surabaya. Denny mengaku tidak akan mengirim pemanahnya ke kejuaraan. Ini guna tetap menjaga peak peform atlet Jatim terjaga hingga gelaran PON XIX/2016. (ega)

BAGIKAN