Tim Binter Dampingi Atlet Hingga PON usai

2

Surabaya- Demi menjaga kesiapan mental dan semangat para atlet proyeksi PON XIX Tim Binter (Pembinaan Karakter) diplot sebagai pendamping hingga gelar PON XIX Jawa Barat usai.

Wakil Ketua KONI Jatim Sucipto mengungkapkan upaya tersebut dilakukan bukan hanya mengejar perolehan prestasi terbaik di PON semata.

Pembinaan karakter diberikan demi menanamkan motivasi, semangat dan cinta tanah air bagi para atlet dimanapun akan bertanding.  Pembinaan juga diberikan oleh sejumlah pelatih dan staf.

Hasil pembinaan diharapkan dapat dipetik manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari atlet.  Sang atlet diharap menjadi atlet handal juga disegani yang mengharumkan provinsi Jatim di mata daerah atau negara lain.

“Jadi sebelumnya masing-masing cabor secara merata telah menjalani camp binter selama 10 hari penuh.  Sudah digulirkan mulai februari sampai Mei kemarin,” ujar Sucipto di kantor KONI Jatim.

Selama 10 hari itu para atlet sekaligus pelatih menginap di camp pelatihan di tiga tempat berbeda.  Cabor beladiri di Rindam V Brawijaya Bela Negara,  Cabor air di Dodiklat Marinir Gunungsari,  sedangkan Cabor permainan di Pusdik Brimob Porong.

Sucipto mengungkapkan setelah menjalani pemusatan binter itu,  para atlet masih memperoleh pembinaan secara rutin.  Bedanya,  tim Binter yang telah disiapkan akan mendatangi para atlet di tempat pemusatan latihan.

“Kami ingin kondisi mental dan spiritual tetap termonitor karena cukup mudah pengaruh lingkungan negatif yang bisa mengganggu persiapan atlet.  Kita jaga komunikasi diantara mereka, ” tambahnya.

Sebulan sekali, satu personil datang memberikan motivasi dan membina komunikasi secara intens. Tujuannya, untuk monitoring dan membantu atlet tertentu yang sedang mengalami masalah tertentu yang mengganjal.

“Sebulan sekali paling sedikit tim binter akan datang di cabor masing-masing meskipun di luar daerah sekalipun.  Nah di hari PON nanti mereka juga kita ikutkan untuk mendampingi secara khhsus. Pokoknya sampai selesai.  Tujuan kita agar anak-anak tetap semangat,  berdaya juang tinggi dan pantang menyerah, “tukas Sucipto. (*)

 

BAGIKAN