Minute Play Pebasket Masih Minim

5
Avan Saputra, pebasket andalan Jatim

SURABAYA – Gelaran PON XIX Jabar yang kurang lima bulan lagi, masih menyisakan beberapa kendala di tim basket Puslatda Jatim. Ada beberapa pebasket yang dirasa masih kurang dalam hal menit bermain di kompetisi Indonesia Basket League (IBL).

Dari 12 atlet yang akan diturunkan pada ajang multi event empat tahunan tersebut, sebanyak delapan pebasket saat ini tengah membela klub masing-masing di kompetisi IBL. Mereka adalah Avan Seputra (Satria Muda), Kristian Liem dan Widyanta (Aspac Jakarta), Ottu Ray, Katon Adjie dan M.Sahroni (CLS Knight), Yoseph Wijaya (NSH Jakarta), terakhir Yerikho Cristiantoko (Pacific Caesar).

Delapan atlet ini, hanya ada beberapa saja yang mendapat menit bertanding banyak. “Saya sekarang agak cemas, karena anak-anak ini minute playnya kurang,” ujar pelatih basket puslatda Jatim Wellyanto Pribadi, kemarin (26/4).

Sesuai dengan pantauan Welly, setidaknya ada dua atlet yang mendapat jam bertanding paling banyak. Keduanya yakni Avan Seputra yang turun bersama Satria Muda dan Yerikho Cristiantoko yang saat ini membela Pacific Caesar. Sedangkan yang lain, masih sedikit jam bertanding dan mendapat kesempatan bermain. Ini tentunya sangat mengkhawatirkan, mengingat hingga saat ini para pemain belum berkumpul serta masih bergabung bersama dengan klub masing-masing.

Tentunya menghadi situasi seperti ini, Welly harus memutar otak. Beberapa rencana telah dilakukan, seperti langsung menggelar pemusatan latihan pasca kompetisi IBL selesai. Dirinya berencana akan mengumpulkan seluruh atletnya di Surabaya guna menjalani latihan terpusat.

“Selain itu kita juga akn persiapkan untuk ikuti jang piala walikota. Hitung-hitung sebagai aang pemanasan,” lanjutnya. Sedangkan untuk atlet basket putri, Welly yang juga pelatih tim Women IBL Indonesia Surabaya Fever, masih lebih tenang. Pasalnya, beberapa atlet yang akan diproyeksikan di PON XIX/2016 Jabar jam bertanding di turnamen sudah mencukupi. “Untuk tim putri hang akan turun di PON 2016 dan saat ini bermain bagi tim di WBIL, saya rasa tak ada kendala, seluruh atlet merata,” jelasnya.

Hal itu terlihat dari tim Surabaya Fever yang kini dia asuh. Dirinya memberikan banyak kesempatan bermain bagi seluruh pemainnya. Sehingga semuanya mendapatkan jam bertanding yang merata setiap pemainnya. “Cuma nanti kita perlu adanya pemolesan di teknik mereka. Supaya saat gelaran PON XIX akan meraih peforma yang maksimal,” tandasnya.(*)

BAGIKAN