Siapkan Lima Pembalap di Tour d’Ijen

0

SURABAYA – Event balap sepeda internasional Tour d’Ijen 2-016 yang akan diselenggarakan pada 11-14 Mei mendatang, dijadikan ajang try in bagi pembalap Jatim yang tergabung di Puslatda. Lima pembalap disiapkan oleh pelatih tim puslatda Jatim, Krisyanto.
Namun dari lima nama yang telah disiakan tersebut, terdapat satu nama, yakni Muhammad Taufik yang kemungkinan akan turun membela timnya, bukan tim puslatda Jatim. “Muhammad Taufik kemungkinan akan membela timnya, yaitu Banyuwangi Racing Club,” ujar Krisyanto, kemarin (20/4).
Selain Taufiq, keempat atlet lainnya yang tekah disiapkan adalah Herwin Jaya, Nandra Eko, Rendra Bayu dan Bambang Suryadi. Di ajang yang juga masuk dalam agenda Union Cycliste Internaionale (UCI) atau federasi balap sepeda internasional itu, juga akan dimanfaatkan sebagai ajang menambah point.
Namun demikian para pembalap Puslatda ini diharap tidak terlalu memaksakan diri, karena peak performance mereka diharapkan tetap jatuh pada September mendatang saat digelarnya PON XIX/2016 di Jabar.
“Tidak, mereka tak akan tampil all out. Takutnya nanti kebaca oleh pembalap dari provinsi lain yang juga akan turun di PON XIX Jabar. Terutama untuk beregu, bisa-bisa strategi terbaca. Namun untuk personal pembalap saya berharap mereka tetap tampil maksimal meraih poin di kejuaraan ini,” jelasnya.
Selain Tour d’Ijen, tim balap sepeda puslatda Jatim juga dipersiapkan untuk mengikuti ajang Tour Flores. Jika rencana tersebut dilaksanakan, jaraknya tak jauh setelah Tour d’Ijen digelar. Hanya selang empat hari setelah balapan di Banyuwangi selesai. “Kalau kita diundang di Nusa Tenggara Timur (NTT), bisa jadi atlet langsung berangkat setelah dari Banyuwangi. Di Flores ini balapan akan digelar selama enam hari,” urainya.
Kedua balapan itu akan dijadikan sebagai ajang evaluasi. Itu sebelum batas akhir pendaftaran entry by name guan siapa saja atlet yang akan diturunkan pada PON 2016 di Jabar, September mendatang. “Ajang-ajang seperti ini akan kami jadikan sebagai evaluasi untuk pembentukan tim inti. Baik beregu maupun atlet individunya,” tutupnya.

BAGIKAN