Gabung Pelatnas Jadi Keuntungan Jatim

0

Surabaya – Bergabungnya 17 atlet Jatim di Pelatnas, menjadi keuntungan tersendiri bagi Pengprov Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Jatim. Karena mereka diandalkan untuk bisa meraih satu medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016.
Selama bergabung di Pelatnas, para atlet Jatim mendapat kesempatan untuk berlatih bersama atlet terbaik di Indonesia. Bahkan mereka juga mendapat kesempatan untuk mengikuti pertandingan di level internasional seperti Asia Pacific Bridge Federation (APBF) 14-24 April di Beijing-Tiongkok dan kejuaraan dunia khusus wanita di Italia pada Bulan Agustus mendatang.
Event internasional itu tentunya bisa dimanfaatkan para atlet Jatim untuk meraih prestasi dan mengukur kemampuan bertanding melawan atlet luar negeri. “Event internasional itu harus dimaksimalkan oleh para atlet khususnya atlet Jatim untuk meraih prestasi. Dan mereka kami andalkan untuk bisa meraih satu emas di PON Jabar nanti,” kata Kabid Binpres Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Jatim, Sentot Brahmantio, Kamis (10/3).
17 atlet bridge Jatim yang kini bergabung di Pelatnas adalah, Ali Akbar, M Hasyimi, Zulfikar Akbar Priambodo, Healto Brilian Argario, Andy Pramana, Hendrix Febriyanto, Syahbana Satriayawan, Muhammad Gingging, Fizmayana, Yosef Hutasoi dan Jadung Maulana (putra). Sedangkan di kelompok putri, Fortina Mora Sibuea, Elsya Saktyaningtyas, Chindy Melati Sukma, Binuri Ayu Dwiarni dan Ratna Ningtyas.
Lebih lanjut Sentot mengatakan, satu emas itu diharapkan bisa diraih di kelompok putra karena pada Pra PON 2015 regu putra berhasil meraih medali emas. “Andalan kami memang di putra, tapi kami juga berharap ada kejutan di kelompok putri,” katanya.
Seperti diketahui, sebelum berangkat mengikuti Asia Pacific Bridge Federation (APBF) 14-24 April di Beijing-Tiongkok, 30 atlet nasional mengikuti program Pelatnas yang dilaksanakan 1-10 Maret di Ubaya Training Center (UTC) Trawas-Mojokerto. Kemudian mereka akan kembali menjalani program latihan 1-10 April di UTC Trawas.
“Saya optimis Indonesia bisa meraih medali emas di APBF, karena tahun lalu di Thailand kita peringkat dua. Pesaing kita masih Tiongkok, Jepang dan Singapura,” kata Pelatih Santje Panelewen.
Saat bertanding di APBF di Bangkok 2015, saat memperebutkan posisi puncak, Indonesia saat itu diperkuat oleh Gabriela Bindi-Fransisca, Nettin Erinda-Monica Ayu Triana, dan Aurellia Angel Soputra-Ratna Ningtiyas harus mengakui keunggulan Tiongkok setelah hanya mengumpulkan 191.76 VP, sedangkan lawan mengumpulkan 206.81 VP. ((*)

BAGIKAN