Balap Motor Kesulitan Tempat Latihan

1

Surabaya – Sejak ditutupnya Sirkuit Kenjeran, latihan tim balap motor Jawa Timur (Jatim) proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat, harus berpindah-pindah tempat. Meski demikian, tak menyurutkan cabang olahraga (cabor) ini dalam mewujudkan misi meraih minimal satu medali emas.

Menurut Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jatim Bambang Haribowo, sejak tutupnya Sirkuit Kenjeran, para pebalap Jatim terpaksa berlatih di empat kota secara bergantian.

“Kalau tidak di depan Pagoda Kenjeran dengan menutup jalan. Ya, biasanya kami latihan di Blitar, Malang, atau di Trenggalek,” ujar Bambang.

Padahal Bambang juga mengakui, tempat latihan yang berpindah-pindah sebenarnya berpengaruh pada kualitas pebalap. Namun IMI Jatim memang tidak memiliki pilihan lain, guna mewujudkan ambisi mempersembahkan emas di PON 2016 mendatang.

“Setelah PON 2012 di Riau kami hanya dapat perunggu, kami memang berambisi mendapat emas di PON 2016. Hanya saja, tempat latihan memang kurang mendukung. Sementara Sirkuit di Gelora Bung Tomo (GBT), baru jadi pada sekitaran Bulan September mendatang,” lanjutnya.

Selain menggeber latihan di empat kota berbeda di Jatim, IMI Jatim juga sengaja memilih melakukan pembinaan khusus para pebalapnya, ketimbang bergabung dengan pemusatan latihan daerah (Puslatda). Langkah ini dipilih, dengan pertimbangan supaya bisa mengelola sistem latihan yang telah diagendakan.

“Cabor balap motor berbeda dengan yang lain. Karena di cabor balap motor, membutuhkan kru yang lumayan banyak, sehingga kami pilih pembinaan khusus saja,” paparnya.

Bambang menambahkan, jika pihaknya memilih tergabung dalam Puslatda, maka kru tim diprediksi tidak akan terurus. Karena fokus dan perhatian dari KONI Jatim, diprakirakan hanya untuk sang pebalap.

Ia pun lantas mencotohkan seperti yang dialami dalam Pra-PON cabor balap motor sebelumnya, di mana ada sekitar 30 orang yang diberangkatkan. Belum lagi, sarana angkutan ekstra untuk membawa motor para pebalap ke arena pertandingan, yang pasti membutuhkan dana tambahan.

Jatim sendiri berhasil meloloskan empat pebalapnya berlaga di PON 2016. Mereka adalah, Aldila Eka Darma dan Tomy Salim yang turun di kelas 150 cc. Serta Gary Salim dan Faisal Si Dole di kelas 125 cc. (*)

BAGIKAN