Rudiansyah Pimpin Anggar Jatim

1

SURABAYA – Tak ada kejutan berarti dalam pergantian Ketua Umum Pengprov Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Jatim periode 2015-2019. Dalam musyawarah provinsi (Musprov) Ikasi Jatim yang digelar di ruang pertemuan Dinas Peternakan Jatim, Sabtu (21/11), anggota Ikasi Jatim secara aklamasi memilih Ir HM Rudiansyah sebagai ketua umum Ikasi Jatim periode 2015-2019.

Acara Musprov Ikasi Jatim yang digelar sejak pagi itu diikuti semua anggota Ikasi dari 11 pengkot/pengkab yang sudah terbentuk, di antaranya Pengkot Ikasi Surabaya, Ikasi Sidoarjo, Ikasi Kota Malang, Ikasi Jember dan Ikasi Banyuwangi.

Mereka sepakat menerima pertanggungjawaban pejabat sementara Ketua Umum Ikasi Jatim sekaligus Ketua Harian periode 2011-2015, Aftabudin.

Dalam musprov itu, pimpinan sidang Fathullah dan sekretaris sidang Zicho Afria Nugroho kemudian menawarkan calon yang layak memimpin Pengprov Ikasi Jatim.

Dari sidang itu, muncul nama M Rudiansyah. Setelah sidang diskors, pimpinan sidang kembali menanyakan terkait nama Rudiansyah, dan tanpa banyak perdebatan, semua anggota menerima calon tunggal. “Tapi karena ada yang belum tahu siapa Pak Rudiansyah, maka perlu maju ke depan dan memperkenalkan diri,” tutur seorang anggota musprov.

Tak lama, pimpinan sidang meminta Direktur PT Jatim Graha Utama (BUMD Jatim bidang properti) ini untuk maju dan menyampaikan visi dan misi. “Saya memang diminta Pak Erlangga (Ketua Umum KONI Jatim) dan Pak Aftabudin untuk mengurusi anggar. Saya bersedia mengurus dan memberi kontribusi pada anggar, karena saya sudah lama belajar anggar,” terangnya. Begitu terpilih sebagai Ketua Umum Ikasi Jatim 2015-2019, dia akan mulai fokus pada PON Jabar 2016 mendatang.

“Dari KONI Jatim, anggar ditarget meraih dua emas. Namun dengan kekuatan Jatim saat ini, kami optimis bisa meraih tiga emas,” kata mantan Ketua Kadin Surabaya ini. Selain dari sisi prestasi, pihaknya sedang menjajagi untuk lebih memperkenalkan anggar di masyarakat, dan rencana untuk memasukkan anggar di kurikulum. “Kalau bisa anggar makin diterima kelompok muda lewat kurikulum,” pungkasnya.(*)

 

BAGIKAN