Tokoh Sepak Bola Apresiasi KONI Jatim

Tokoh sepak bola Surabaya, Saleh Hanifah memberikan acungan jempol kepada KONI Jawa Timur (Jatim). Pasalnya, KONI Jatim telah menunjukkan kepedulian kepada mantan atlet Jatim. Termasuk para legenda sepak bola.

KONI Jatim kembali memberikan tali asih kepada mantan atlet, Kamis (25/6) siang. Mereka yang menerima tali asih di antaranya adalah Budi Santoso (sepak bola), Tutut Nugroho (tenis lapangan), Yopie Saununu (sepak bola), Abdul Khamid (sepak bola), dan Suyitno (balap sepeda).

Pada akhir 2019 lalu KONI Jatim juga memberikan tali asih kepada mantan atlet. Mereka yang menerima tali asih periode pertama adalah Wayan Diana (sepak bola), Totok Risantono (sepak bola), Herihono (pencak silat), Sinyo Supit (tenis meja), Yani Malhendo (tinju), dan Harmadi (sepak bola).

“Saya mengapresiasi yang dilakukan pemerintah provinsi melalui KONI Jawa Timur. Karena kepedulian mereka kepada mantan olahragawan yang mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia,” ucap Saleh Hanifah Kamis sore.

Apalagi, dalam dua periode pemberian tali asih tersebut, banyak mantan atlet sepak bola, terutama mantan pemain Persebaya Surabaya dan Niac Mitra, yang menerima bantuan dari KONI Jatim. Saleh mengajak seluruh pihak untuk tidak melupakan jasa mantan atlet.

“Mereka yang saat ini, mohon maaf, sedang kesulitan dari sisi ekonomi, kemudian diberikan tali asih sebagai bentuk penghargaan. Saya sangat setuju dan mengapresiasi. Jangan sampai melupakan jasa-jasa mereka yang telah membawa harum nama Jawa Timur dan Indonesia,” bilangnya.

Ketua Harian KONI Jatim M Nabil menjelaskan, program tali asih ini adalah amanat dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Dalam beberapa kali kesempatan, orang nomor satu di Jatim ini selalu mengingatkan KONI untuk tidak melupakan jasa mantan atlet yang pernah mengharumkan nama Jatim dan Indonesia.

“Perhatian beliau terhadap olahraga sangat luar biasa. Sesuai dengan apa yang diinginkan Gubernur dengan memberikan tali asih ini, semoga bisa memberi manfaat kepada mereka,” harap Nabil.

Nabil menambahkan, bahwa sepatutnya jasa para mantan atlet Jatim dan Indonesia ini selalu diingat. Apalagi mereka telah memberikan dan mengorbankan semuanya untuk Jawa Timur dan Indonesia. “Oleh sebab itu kita harus mengapresiasi agar mereka tidak merasa terbuang dan terlupakan,” bilang Nabil.(va)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*