PABBSI Ditarget Delapan Emas

M Nabil, Ketua Harian KONI Jatim

SURABAYA – Pengprov PABBSI Jatim telah mencanangkan target delapan medali emas pada PON XX 2020 di Papua. Target tersebut, dinilai KONI Jatim realistis. Delapan keping emas itu diharapkan dari cabang olahraga (cabor) Binaraga empat emas, angkat besi tiga emas dan dan satu emas di angkat berat.

“Target perolehan medali di PON 2020, Papua yang dicanangkan oleh PABBSI Jatim dan itu realtistis yakni delapan emas,” kata Ketua Harian KONI Jatim, M Nabil kepada wartawan usai membuka Rakerda Pengprov PABBSI Jatim di Surabaya.

Pihaknya meminta agar target ini tetap dijaga, karena kalkulasi yang dilakukan oleh PABBSI Jatim sudah kelihatan dari berbagai even yang ada. Jadi, tidak dalam hitungan di atas meja saja, tapi berdasarkan Pra PON dan even lain.

“Saya sarankan agar selalu monitoring terhadap rival-rival yang dianggap kuat dalam perolehan medali. Kita juga harus tahu kekuatan-kekuatan provinsi lain dan harus dilakukan. Saya perintahkan kepada PABBSI Jatim dan teman-teman lain yang punya akses untuk selalu memberikan informasi,” ujarnya.

Nabil juga tak khawatir dengan tampilnya beberapa atlet eks porprov di PON Papua, karena outputnya ketika ditandingkan dengan atlet daerah lain memenuhi standar nasional dan kelayakan bisa menang.

“Atlet-atlet porprov daerah itu bagus-bagus. Ada dari Sidoarjo, Malang, Tuban, dan Nganjuk,” tandasnya.

Justru, Nabil bangga dan memberi apresiasi kepada PABBSI Jatim yang mengambil langkah rekrutmen terhadap atlet-atlet puslatda. Rekrutmen dilakukan secara sportif, terbuka dan obyektif, karena dari atlet-atlet yang dipromosikan di puslatda dan diikutkan ke PON adalah produk porprov.

“Berarti ada regenerasi yang jalan. Berarti kekuatan-kekuatan di daerah berfungsi kembali, sehingga PABBSI Jatim selalu berharap untuk mendapatkan tambahan kontribusi SDM dari pengcab. Itu menjadi penting bahwa kontinuitas pembinaan berjalan dengan baik,” paparnya.

Kekuatan atlet puslatda angkat besi, berat dan binaraga Jatim, lanjutnya, mungkin 80 persen benar-benar berasal dari daerah. Proses rekrutmen itu melalui prosedur yang sportif juga dilakukan oleh daerah-daerah. Ada POR kabupaten, POR Kota, kemudian di porprov berprestasi sehingga direkrut PABBSI Jatim.

Ke depan regenerasi harus tetap berjalan dan dipertahankan. “Jadi, mereka yang menang di porprov ini menjadi penting dan strategis, karena kegiatan olahraga di level masing-masing berjalan baik dan obyektif yang berkesinambungan. Apalagi, porprov sekarang dilaksanakan dua tahun sekali semakin kuat regenerasi, semakin obyektif dan promdegnya kelihatan,” tegasnya.

Selain itu, Nabil juga mengapresiasi pelaksanaan rakerda PABBSI Jatim, karena ini forum strategis Pengprov PABBSI Jatim di tahun 2020. Ada 2 hal paling penting bagi KONI Jatim. Selain target delapan emas tersebut, yaitu program pemisahan posisi PABBSI menjadi tiga cabor, yaitu anggkat besi, angkat berat dan binaraga. (tim)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*