Sepakat Perjuangkan Nasib 13 Cabor di PON

SURABAYA-Kemenpora dan KONI Pusat tak akan tinggal diam atas pencoretan 13 cabang olahraga dari Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua. Mereka berupaya untuk mencari solusi atas nasib ke-13 cabang ini.

PON 2020 nanti hanya akan mempertandingkan 37 cabang olahraga. Ada 13 cabang olahraga yang dihapus. Di antaranya adalah tenis meja, balap sepeda, petanque, dansa, woodball, gateball, golf, bridge, soft tennis, ski air, bowling, arung jeram, dan korfball.

Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Suwarno mengatakan bahwa pihaknya tengah berupaya mencari solusi atas nasib ke-13 cabang olahraga ini. satu-satunya jalan adalah merevisi PP No. 17 2007 di mana PON hanya boleh digelar di satu daerah.

Revisi peraturan ini sudah diajukan melalui Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dan tinggal menunggu persetujuan dari presiden. “Mudah-mudahan segera selesai,” ujar Suwarno, Sabtu (14/12) siang.

Mengenai keamanan, Ia memastikan Papua siap menjadi tuan rumah. “Saya sudah bicara dengan Kasdam dan Wakapolda Papua. Mereka mengatakan Papua aman,” ujarnya dalam lokakarya yang diadakan Pokja Wartawan KONI Jatim.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jatim berharap ada solusi terbaik terhadap ke-13 cabang olahraga yang dihapus dari PON 2020. Erlangga berharap lokakarya ini membuka pintu peluang ke-13 cabor itu untuk bermain di PON.

“Karena lokakarya itu berbeda dengan seminar. Lokakarya harus konstrukfif. Hasilnya, akan diserahkan ke Menpora untuk dibahas lebih lanjut dengan KONI Pusat,” terang Erlangga.

Ketua Pokja Wartawan KONI Jatim, Muhammad Syafaruddin mengatakan, melalui kakarya ini perwakilan pengurus dan pelatih dari cabang yang dihapus, bisa menyampaikan keluh kesahnya secara langsung ke pusat dan utusan Kemenpora.

“Kami mengharapkan pemerintah, dan KONI pusat memberikan solusi terbaik terkait hal. Jangan sampai pembinaan dan kerja keras atlet selama bertahun-tahun menjadi sia-sia karena cabornya dihapus,” kata Shava, sapaan akrabnya.(tim)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*