Sikap KONI Jatim Soal Atlet Senam dari Kediri

SURABAYA-KONI Jawa Timur (Jatim) angkat bicara terkait pencoretan salah satu atlet Pelatnas senam, Shalfa Avrila Siani. Kabar bahwa pencoretan atlet 17 tahun ini karena masalah keperawanan adalah tidak benar.

Ditemui Jumat (29/11) siang, Ketua Harian KONI Jatim, M. Nabil mengatakan, pihaknya sudah melakukan kroscek ke tim pelatih senam Indonesia. Kebetulan, tim pelatih Indonesia juga membesut di Puslatda selam Jatim.

Berdasarkan laporan yang diterima dari tim pelatih, tidak benar jika Shalfa dicoret karena masalah keperawanan. “Jadi, ini soal kedisiplinan. Juga masalah prestasi. Sebab masing-masing cabang olahraga ada standar tersendiri,” bilang Nabil.

Nabil menambahkan, berdasarkan dari keterangan pelatih, Shalfa berstatus sebagai atlet pengganti di Pelatnas. Sebab, atlet utama yang menjadi andalan Indonesia, yakni Tasya Miranda, harus naik ke meja operasi untuk pemulihan cedera.

“Dalam perjalanannya ada kendala indisipliner sehingga harus ada tindakan peringatan. Akan tetapi, yang paling dominan adalah terjadi penurunan prestasi. Sehingga dia harus dievaluasi,” jelas Nabil.

Nabil menegaskan, tindakan pencoretan Shalfa adalah keputusan internal dari tim pelatih senam Indonesia. Namun, ia tidak tahu asal muasal tuduhan tidak perawan hingga menjadi besar di media massa. Sebab, masalah ini tidak ada hubungan dengan prestasi.

“Kalau dalam konteks masalah lain hingga ada pernyataan, saya belum tahu. Jadi intinya dia tidak dikeluarkan karena persoalan status keperawanan. Ini soal kedisiplinan, dan prestasi,” tegas Nabil.(tim)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*