RESMI: Dimas Bagus Pimpin AFP Jatim

SURABAYA-Manajer tim nasional futsal Indonesia, Dimas Bagus Agung Kurniawan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur (Jatim) periode 2018-2022, Sabtu (7/9) siang.

Sebagai ketua terpilih, pria kelahiran Surabaya itu bertekad membawa Jatim sebagai barometer futsal nasional. “Pertama saya ingin membentuk kepengurusan secara cepat. Kedua, saya ingin ada sebuah turnamen pada November nanti,” kata Dimas.

Turnamen ini, menurut Dimas, bertujuan untuk menyambung silaturahmi dari seluruh pelaku futsal di Jatim. Sehari sebelum Kongres AFP Jatim dilaksanakan, Dimas telah bertemu denganm mayoritas pemilik suara di Surabaya.

Ia mendapatkan banyak masukan dalam pertemuan yang dilangsungkan, Jumat (6/9) malam. Salah satunya terkait kompetisi yang berjenjang. Karena Jatim adalah daerah yang luas, Dimas berencana membikin kompetisi per region.

“Sehingga bisa nyambung antara ujung timur dengan ujung barat. Ujung utara hingga selatan. Dengan di bagi per region, muaranya adalah Liga Nusantara, Porprov, maupun kejuaraan daerah. Yang penting semuanya harus kerja bersama,” tegasnya.

Selain membahas rancangan kompetisi ke depan, Dimas juga berbicara tentang kualitas pemain futsal Jatim. Saat ini hanya ada satu pemain asli Jatim yang memperkuat tim nasional Indonesia. Dimas memiliki pekerjaan rumah agar jumlah itu bisa bertambah.

“Mungkin karena Jatim kurang kompetisi. Sebab atlet yang berkualitas lahir dari kompetisi yang sehat,” terangnya.

Dimas sebenarnya bukan calon tunggal. Ada sosok lain yang maju dalam bursa pemilihan ketua AFP Jatim. Dialah Haris Tofly. Akan tetapi, Haris menyatakan mundur dari pencalonan. Hal itu disampaikan melalui surat bermaterai.

Dalam surat yang dibuat, Jumat (6/9) kemarin, Haris mundur dari bursa pencalonan karena ingin fokus kepada jabatannya sebagai manajer tim futsal Jatim. Ia ditarget meloloskan Jatim ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua.

“Kami sudah mengonfirmasi ke Pak Haris secara langsung. Beliau menjamin bahwa isi surat itu benar adanya, dan dibuat tanpa paksaan. Beliau meminta maaf karena tidak bisa hadir di Kongres karena sakit,” jelas Ketua Komite Pemilihan, Miko Agus Pribadi.(va)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*