La Nyalla Jaring Dukungan Warga Kota Malang

MALANG – Wakil Ketua Umum I KONI Provinsi Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti meminta dukungan warga Kota Malang untk maju menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari provinsi Jawa Timur. Permintaan dukungan itu disampaikan La Nyalla saat memberi sambutan seusai melantik dan mengukuhkan pengurus KONI Kota Malang masa bakti 2018-2022.

“Saya mohon doa restu dan dukungan masyarakat Kota Malang untuk maju menjadi calon DPD pada Pemihan Legislatif (Pileg) 2019,” kata La Nyalla di hadapan Walikota Malang Sutiaji di Ballroom Mahameru Hotel Aria Gajayana, Kota Malang, Selasa (3/10/2018) siang.

Calon DPD RI dari Jawa Timur yang mendapat nomor urut 22 itu mengaku, langkah menjadi senator tersebut merupakan hikmah dari kegagalannya maju sebagai calon Gubernur Jatim. “Benar kata pak Sutiaji (Walikota Malang) yang bilang ada hikmah kegagalan maju jadi cagub. Namun, saya sudah bertekad mengabdikan diri ke rakyat Jawa Timur melalui jalur DPD.”

Dalam sambutan yang disampaikan sebelum La Nyalla, Walikota Malang ‘menyindir’ KONI Kota Malang patut bersyukur bisa dilantik La Nyalla mewakili Ketum KONI Jatim. Sebab, jika saja La Nyalla maju sebagai gubernur, maka tidak mungkin bisa melantik kepengurusan KONI Kota Malang yang diketuai Eddy Wahyudi.

“Ada hikmah pak Nyalla gagal maju jadi Cagub Jatim. Kalau jadi maju dan terpilih, gak mungkin bisa melantik pak Eddy dan kepengurusan KONI Kota Malang,” ujar Sutiaji berkelakar dan disambut tepuk tangan seluruh undangan.

Di sela-sela kesibukannya menyambangi pondok-pondok pesantren dalam rangka sosialisasi DPD, La Nyalla menyempatkan diri melantik kepengurusan KONI Kota Malang. Eddy Wahyono terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KONI Kota Malang pada Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) Malang yang digelar Juli 2018.

Khusus pada kepengurusan KONI Kota Malang, La Nyalla meyakini Eddy Wahyono mampu menaikkan prestasi olahraga Kota Malang. “Beliau orang organisasi. Kepiawaiannya memimpin Kadin Kota Malang dan sejumlah organisasi lain sudah teruji. Buktinya, beliau terpilih Juli 2018, tapi pintar dan sabar dengan mengundurkan jadual pelantikan hingga Walikota Malang dilantik definitif.”(tim)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*