Borong 4 Emas dengan Rasa Tegang

Surabaya – Membuat kejutan tak sekali pun diinginkan peloncat indah Della Dinarsari Harimurti. Obsesinya selama ini hanya ingin tampil maksimal dan menjadi peloncat indah terbaik di setiap arena pertarungan yang diikuti. Namun, garis tangannya tergores lain. Setiap tampil dalam PON, atlet andalan Kontingen Jatim ini selalu membuat kejutan dan mengundang decak kagum. Demikian pula saat tampil dalam PON XIX/2016 lalu di Kolam Renang FPOK UPI, Bandung. Dia kembali membuat kejutan dengan merebut 4 keping emas untuk Kontingen Jatim.
Pertempuran di nomor Papan 3 meter Synchro putri dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 lalu, tak akan dipungkiri Della Dinarsari Harimurti sebagai salah satu momen istimewa dalam hidupnya. Bagaimana tidak, pertempuran yang dijalani berpasangan dengan Linar Betiliana itu menghasilkan medali emas untuk Kontingen Jatim. Namun tidak hanya itu, perolehan medali emas yang berlangsung pada Sabtu (24/9/16) pahing itu, merupakan medali emas ketiga yang dikailnya di Kolam renang FPOK UPI Bandung.
Sebelum tampil dalam perebutan medali emas Papan 3 meter Synchro putri yang memberikan emas hattricknya, dara manis yang hobi berselfia ria itu telah menyumbangkan medali emas dari nomor papan 1 meter putri dan menara 10 meter putri. Dalam merebut dua keping emas itu, Della tampil demikian mengkilat. Di nomor 1 meter putri, dia menaklukan dua atlet yang sejak awal diprediksi akan menjadi batu sandungan Della yaitu Eka Purnama Indah (Kalimantan Selatan) dan Sari Ambarwati Suprihatin (DKI Jakarta). Namun, lewat penampilan yang sangat memukau, maka Della berhasil memaksa Eka harus rela mendapatkan perak dan Sari mendapat kucuran perunggu.
Penampilan Della juga mengejutkan dalam pertempuran di nomor bergengsi menara 10 meter putri, gadis yang tinggal di Driyoredjo Gresik ini berhasil mengungguli enam pesaingnya dan menjadi yang terbaik di nomor tersebu dengan meraih nilai tertinggi dengan 263,45 poin. Della yang ditemui selepas pengalungan medali mengungkapkan dirinya tidak menyangka bisa mencuri emas di nomor ini, karena menurutnya semua pesaing memiliki kualitas yang baik.
“Ini alhamdulillah saya dapat karena sebenarnya tidak ditargetkan di nomor ini, pasalnya semua pesaing juga baik,” katanya.
Kendati demikian, tak dipungkirinya sergapan rasa tegang pada dirinya, sehingga sempat melakukan lompatan di menara lima meter, sementara pesaingnya banyak yang melakukan lompatan di jarak 10 meter. “Tadi saya merasa belum siap untuk loncat di 10 meter, karenanya saya loncat di lima meter dulu,” ujarnya.
Dalam pertandingan final itu, Jawa Timur yang diwakili Della Dinarsari Harimurti, sempat tertinggal di lompatan pertama oleh atlet loncat indah dari DKI Jakarta Ramadhani Dwi P yang berhasil meraih 54,60 poin di mana Della hanya mampu meraih 49,50 poin. Di lompatan kedua Della mampu memperbaiki poin lompatannya menjadi 54,60, tapi raihan tersebut masih di bawah poin yang didapat atlet loncat indah Jawa Tengah Dewi Setyaningsih yang mampu meraih 57,40 poin.
Tuan rumah Jawa Barat yang diwakili Herlyani Dias Sukmahati juga mampu menyalip ketiga atlet tersebut, dengan memimpin raihan poin di lompatan ketiga dengan 54.00 poin. Pada lompatan keempat Herlyani masih leading dari enam peasingnya dengan 61,60 poin. Tren positif Herlyani di lompatan ketiga dan keempat mampu dilampaui lagi oleh Della dengan mencapai poin tertinggi pada percobaan itu dengan meraih 68,80 poin, meninggalkan Herlyani yang mampu meraih 54,60 poin.
Dari lima kali percobaan lompatan, Della keluar sebagai peraih poin tertinggi dengan raihan 263,45 disusul atlet tuan rumah Herlyani dengan 248,60 poin. Di tempat ketiga peraih poin tertinggi diraih atlet loncat indah Jawa Tengah Dewi Setyaningsih dengan 221,90 poin.
Di urutan selanjutnya ada atlet loncat indah Jawa Timur lainnya, yakni Linar Betiliana dengan raihan 213,85 poin, disusul atlet DKI Jakarta Ramadhani Dwi di peringkat lima peraih 203,10 poin. Di tempat keenam ada atlet loncat indah Sumatera Selatan yang berhasil mengumpulkan poin 188,15 yang disusul rekan satu kontingennya Maryani di peringkat tujuh dengan poin 182,05.
EMAS HATTRICK
Sedangkan saat turun di nomor Papan 3 meter Synchro putri, Della berpasangan dengan Linar Betiliana. Penampilan keduanya berhasil menjadi yang terbaik, setelah mengumpulkan 245.70 poin dan berhak atas medali emas. Medali perak diperoleh pasangan DKI Jakarta, Sari Ambarwati dan Natalie Dinda yang mengumpulkan 237.72 poin. Medali perunggu diraih pasangan tuan rumah, Herlyani Dias Sukmahati dan Trevyani Dias Sukmahati. Pasangan dengan status kakak beradik itu mengumpulkan 225 poin.
Dengan merebut emas Papan 3 meter Synchro putri itu, maka Della telah mengoleksi emas ketiganya. “Alhamdulillah, saya bisa mempersembahkan emas ketiga di Loncat Indah. Sungguh luar biasa, medali ini saya persembahkan untuk Ibu saya yang senantiasa mendampingi selama di PON Jabar,” kata Della dengan air mata berlinang.
Dalam pertempuran merebut emas ketiganya itu, Della terlihat tampil kurang menyakinkan. Ini terlihat sejak loncatan pertama dan kedua, bahkan perolehan poinnya masih kalah dengan DKI yang begitu dominan diawal loncatan. Namun di tiga sisa loncatan, Della yang berpasangan dengan Beti tampil menawan dan berhasil unggul tipis atas DKI.
“Semua atlet yang tampil di PON adalah atlet terbaik. Ini adalah nomor andalan Jatim yang harus bisa kita rebut. Syukur Alhamdulillah saya dan Beti bisa memenuhi target yang dibebankan KONI Jatim,” ujarnya.
Tak hanya Della dan Beti saja yang bisa mempersembahkan medali emas. Loncat indah yang hari ini Sabtu (24/9/16) hanya memperlombakan dua nomor saja, akhirnya dapat diborong habis oleh Jatim. Peloncat indah Jatim lain yang mendulang emas, adalah M Nasrullah yang turun di nomor Menara Putra 10 meter dengan mengumpulkan poin tertinggi. Prestasi ini mematahkan ambisi DKI Jakarta untuk menyabet medali emas.
Sedangkan Nasrullah di nomoer bergengsi itu mengumpulkan poin tertinggi 433.30, sementara DKI Jakarta lewat atletnya Aditiyo Restu hanya mampu mengumpulkan 413.10 poin, sementara medali Perunggu juga diraih kontingen DKI lewat atletnya Adriyan dengan raihan 367.70 poin.
Sedangkan emas kelima atau yang terakhir didapat dari nomor Menara 10 meter Synchro putri, Minggu (25/9/2016), yang disumbangkan pasangan Della Dinarsari dan Linar Betiliana. Mereka menjadi yang terbaik dengan raihan poin 268,62.
“Prestasi ini di luar target. Target saya hanya dua emas, saya tidak menyangka sampai mendapatkan empat emas,” katanya.
Bagi Della, ini merupakan emas keempatnya untuk Jatim. Prestasi gemilang ini membuat Della bermimpi lebih tinggi lagi. Dia yang sudah masuk pelatnas loncat indah yang diproyeksikan untuk SEA Games 2017 Malaysia, terobsesi untuk menyumbangkan medali emas untuk merah putih.
Saat berlaga di ajang SEA Games, prestasi tertinggi Della mentok di medali perak, yang mana diraih atlet 27 tahun tersebut di nomor menara 10 meter syncho putri pada SEA Games 2011. Satu perak lainnya dicatatkan saat melakoni pesta olahraga Asia Tenggara itu di Laos pada tahun 2009 –masih dari nomor yang sama. Kedua prestasi itu juga diraih dengan pasangan yang sama, Sari Ambarwati.
“Setelah merebut empat emas ini saya ingin mendapatkan medali emas SEA Games. Sudah satu tahun belakangan ini ikut pelatnas. Namun, saya yakin Insya Allah mampu mendulang emas SEA Games Malaysia 2017 mendatang,” ujarnya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*