Ambisi Raih Emas di Olimpiade

Surabaya – Tahun 2015 mungkin menjadi salah satu puncak kegemilangan Riau Ega Agatha Salsabila. Pemanah kelahiran Blitar, 24 tahun ini sukses mengunci satu tiket ke Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Tak heran bila Ega, begitu ia akrab disapa, menerima presikat atlet putra terbaik 2015 versi Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Jawa Timur (Jatim).

Perkenalan Ega dengan dunia panahan memang unik. Ketika menginjak kelas 4 SD, sang ibu mendorongnya untuk berlatih panahan. Prestasi bukanlah target yang dibebankan ke Ega kecil. Ibunya, Suti Solicha Yusuf, menyuruhnya berlatih panahan sekadar untuk melatih konsentrasinya saja. “Ibu bilang panahan baik sekali untuk melatih konsentrasi,” kata alumni SMA Negeri 17 Surabaya ini.

Diluar dugaan, prestasi Ega justru meroket di dunia panahan. Pelatihnya pun merekomendasi Ega ke Denny Trisyanto, tokoh panahan Jatim yang kini menjadi pelatih kepala tim panahan Indonesia. Maka, sejak kelas 1 SMP, Ega hijrah ke Surabaya untuk memperdalam ilmu memanahnya.

Awalnya, Ega hanya menjadi pelapis untuk atlet senior Jatim, seperti Kuswantoro, Hendra Setiawan, dan IGNP Praditya Jati. Lambat laun bujang dengan tinmggi 172 cm ini, naik kelas sebagai atlet utama di tim panahan Jatim. Sejumlah medali telah ia raih dari berbagai event, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) hingga SEA Games.

Tangan dingin Denny lah yang berhasil menempa Ega menjadi salah atlet putra terbaik di Jatim dan Indonesia, khususnya di bidang panahan. “Pak Denny yang membawa saya ke PPLP Surabaya. Dulu, waktu masuk Puslatda tahun 2007, saya cuma dapat Rp 500 ribu. Tapi Pak Denny terus menyemangati saya. Kalau ada kejuaraan, saya selalu diminta untuk ikut. Kalau biayanya kurang, nanti ditambahi,” cerita Ega.

Akhir Agustus 2015 lalu, Ega bersama pemanah asal Jatim lainya, yakni Ika Yuliana mencatatkan tinta emas. Merek berhasil mengunci dua tiket ke Olimpiade 2016 setelah menyabet prestasi pada kejuaraan dunia yang dilangsungkan di Kopenhagen, Denmark. Setelah mengunci satu tempat di Olimpiade Rio, Ega tak lantas berpangku tangan. Ia tetap bekerja keras supaya bisa mempersempahkan prestasi untuk kontingen Indonesia.

“Karena ini adalah Olimpiade pertama saya, tentunya saya akan berusaha yang terbaik. Soalnya, mungkin ini juga Olimpiade yang terakhir untuk saya. Kalau harus menunggu empat tahun lagi, usia saya sudah 28 tahun. Belum tentu masuk. Apalagi junior saya juga banyak yang bagus,” jelas Ega.

“Target saya adalah meraih medali. Saya selalu mengincar posisi paling tingi di setiap event yang saya ikuti. Mau siapapun yang saya hadapi, saya selalu mengincar emas. Itu yang memotivasi diri sendiri,” tutup Ega.(iki)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*